Semarang Kota Toleran, Karnaval Paskah 2025 Jadi Panggung Kerukunan Umat Beragama
📅 Sabtu, 24 Mei 2025, 16:07 WIB | Oleh: Henri pelupessy
Doc: Korang Jakarta/Henri Pelupessy
SEMARANG – Di tengah semilir angin sore, semangat kebangkitan dan kasih menyatu dalam gelaran Karnaval Paskah di Jalan Pemuda, Kota Semarang, Jumat (23/5).
Ribuan pasang mata tertuju pada iring-iringan pawai yang tak hanya merayakan peristiwa religius, tetapi juga menyampaikan pesan kuat: kerukunan antarumat beragama bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang hidup di Kota Atlas.
Dari anak-anak hingga orang tua, dari jemaat hingga masyarakat lintas agama, semua larut dalam sukacita. Mereka menyaksikan visualisasi jalan salib, parade tokoh-tokoh Alkitab, hingga teatrikal penyaliban yang memukau dan menyentuh hati.
Sejak pukul 14.00 WIB, suara kidung rohani dan tepuk tangan menggema memecah keramaian kota, menjadikan ruas jalan itu bak panggung persaudaraan.
“Senang sekali bisa ikut menyambut Paskah seperti ini. Kangen, karena lama tidak terselenggara. Saya sampai terharu saat visualisasi tadi,” ujar Maria (50), warga Semarang Barat yang hadir bersama keluarganya sambil mengabadikan momen lewat kamera ponselnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi sebagian warga, ini adalah pengalaman pertama. Geeta (15), pelajar SMA, tak menyangka akan melihat langsung pementasan jalan salib dalam skala besar dan menyatu dengan suasana kota.
“Saya baru pertama kali lihat, bagus sekali. Semoga tahun depan ada lagi,” tuturnya penuh semangat.
Tak kalah antusias adalah para peserta pawai. Gracia, remaja dari komunitas gereja lokal, mengaku bangga bisa ambil bagian dalam perayaan Paskah yang berlangsung meriah namun tetap khidmat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Luar biasa bisa merayakan Paskah bersama ribuan umat. Apalagi banyak yang tepuk tangan dan menyemangati kami. Meski capek, rasanya malah makin semangat,” katanya sambil tersenyum.
Salah satu yang membuat karnaval tahun ini terasa lebih istimewa adalah keikutsertaan kelompok disabilitas. Anak-anak dari Kelompok Difabel Yayasan Pelita Hidup Anak turut tampil membawakan gerak dan lagu bertema kebangkitan. Bagi Helen, salah satu pengasuh, hal ini menjadi momen yang sangat berharga.
“Saya sangat bersyukur Ibu Wali Kota begitu memperhatikan anak-anak difabel. Ini pengalaman luar biasa untuk mereka. Semoga bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ungkap Helen.
Karnaval Paskah 2025 ini merupakan gelaran perdana setelah vakum sejak 2016 akibat pandemi dan masa Pemilu. Tak heran, atmosfer yang tercipta begitu hangat dan menggembirakan. Bahkan, banyak masyarakat lintas agama turut hadir dan mendukung jalannya acara.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramsetuti mengatakan rasa syukur dan apresiasinya atas partisipasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, Paskah bukan hanya perayaan iman, tetapi juga momentum merawat persatuan.
“Senang sekali rasanya melihat semangat para peserta dan masyarakat. Yang paling membahagiakan adalah hadirnya semangat persaudaraan lintas agama. Sejuk sekali rasanya,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!