Sekolah Rakyat Petakan Potensi Siswa Berbasis Kecerdasan Buatan
📅 Selasa, 01 Jul 2025, 23:24 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-Biro Humas Kemensos
JAKARTA - Sekolah Rakyat akan menggunakan pemetaan potensi siswa berbasis kecerdasan buatan (AI) agar pembelajaran lebih tepat sasaran dan sesuai karakteristik setiap anak.
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat M Nuh di Jakarta, Selasa (1/7), mengatakan pemetaan talenta ini membantu menemukan keunggulan spesifik setiap anak secara lebih cepat dan efisien.
“Dampaknya luar biasa, dan tiap anak Sekolah Rakyat akan dipetakan talentanya,” ujarnya dalam rapat di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta itu.
Ia mencontohkan selama ini 30 siswa di kelas mendapat materi sama meski setiap anak memiliki karakter dan keunggulan berbeda.
“Seperti di dunia kedokteran, tak cukup semua pasien sakit kepala diberi obat generik,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemetaan tersebut dikembangkan bersama pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar dan akan digunakan gratis di Sekolah Rakyat.
“Ini sistem pertama kali yang Pak Ary ulurkan, di mana-mana belum ada,” kata Nuh.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pembelajaran tahap pertama Sekolah Rakyat akan dimulai di 100 titik pada 14 Juli 2025. Siswa hanya perlu lolos verifikasi administrasi dan pemeriksaan kesehatan tanpa tes akademik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemensos juga menyiapkan aplikasi Manajemen Talenta untuk memetakan potensi, gaya belajar, pilihan karier, dan kebutuhan pendukung emosional siswa.
“Kita ingin agar proses belajarnya benar-benar sesuai kebutuhan anak,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar menyebut bahwa selama ini di Indonesia hanya mengukur Intelligence Quotient (IQ) individu berapa dan sekolahnya bagaimana.
Namun, dengan pemetaan potensi berbasis AI dapat meningkatkan potensi anak hingga 744 persen sebagaimana penelitian dari Nebraska University.
Untuk itu, ia mengapresiasi gagasan soal tak ada tes akademik untuk calon siswa yang akan masuk ke Sekolah Rakyat karena ini sebagai kejutan untuk Indonesia dan dunia.
"Lewat pemetaan potensi berbasis AI ini dapat diketahui siapa yang jenius dan di bidang apa. Sehingga, nanti anak-anak dari sekolah ini mereka akan teridentifikasi dari awal, termasuk gurunya teridentifikasi," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!