Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sejarah 16 Januari: Dimulainya Perang Teluk Persia

📅 Senin, 16 Jan 2023, 17:24 WIB | Oleh:
Sejarah 16 Januari: Dimulainya Perang Teluk Persia Doc: Departemen Pertahanan AS.
Ket. Operation Desert Storm.

Hari ini pada tahun 1991, menandai dimulainya Perang Teluk Persia atau Persian Gulf War, ketika Presiden Amerika Serikat (AS) George H.W. Bush, yang dalam pidatonya mengumumkan dimulainya Operation Desert Storm yang diartikan sebagai Operasi Badai Gurun pada 16 Januari 1991.

Operasi yang melibatkan 35 negara yang dipimpin AS itu dilakukan sebagai tanggapan atas invasi Irak di Kuwait yang kaya akan minyak.

"Ini tidak akan bertahan," ujar Bush, ketika diktator Irak Saddam Hussein menginvasi Kuwait pada Agustus sebelumnya.

Pada tengah malam, Pentagon bersiap memulai sebuah operasi untuk secara paksa mengeluarkan Irak dari pendudukan selama lima bulan di Kuwait.

Pukul 16.30 waktu setempat, pesawat tempur pertama diluncurkan dari Arab Saudi dan lepas landas dari kapal induk AS dan Inggris di Teluk Persia dalam misi pengeboman di Irak.

Sepanjang malam, pesawat dari koalisi militer pimpinan AS menggempur sasaran di dan sekitar Bagdad saat dunia menyaksikan peristiwa yang terjadi dalam rekaman televisi yang disiarkan langsung melalui satelit dari Bagdad dan tempat lain.

Pada pukul 19.00 waktu setempat, Operation Desert Storm, sebuah nama kode untuk serangan besar-besaran pimpinan AS terhadap Irak, secara resmi diumumkan Bush di Gedung Putih.

Melansir laman History, selama enam minggu berikutnya, pasukan sekutu terlibat dalam perang udara besar-besaran melawan infrastruktur militer dan sipil Irak.

Irak yang tersudutkan, hanya bisa memberikan sedikit perlawanan efektif dari angkatan udara atau pertahanan udara Irak.

Satu-satunya serangan balasan yang signifikan dari pemimpin Irak Saddam Hussein adalah peluncuran serangan rudal SCUD terhadap Israel dan Arab Saudi.

Serangan rudal itu diharap Hussein dapat memprovokasi Israel untuk memasuki area konflik, sehingga membubarkan dukungan negara Arab untuk perang tersebut. Namun, atas permintaan AS, Israel tetap berada di luar perang.

Pada tanggal 24 Februari, serangan darat pasukan sekutu besar-besaran dimulai. Hal itu membuat angkatan bersenjata Irak yang ketinggalan zaman dan kekurangan pasokan dengan cepat kewalahan.

Setelah perang darat yang berlangsung selama 100 jam, Bush memerintahkan diakhirinya permusuhan, menyatakan Kuwait akan dibebaskan.

Kuwait dibebaskan dalam waktu kurang dari empat hari, dan mayoritas angkatan bersenjata Irak menyerah, mundur ke Irak, atau dihancurkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

10 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.