Schalke Bangkit dari Keterpurukan, Kembali ke Bundesliga Usai Musim Terburuk
📅 Senin, 04 Mei 2026, 06:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraBERLIN, JERMAN — Setelah tiga musim berkutat di kasta kedua, Schalke 04 akhirnya memastikan tiket kembali ke Bundesliga. Kemenangan tipis 1-0 atas Fortuna Düsseldorf di kandang, Minggu (3/5) dini hari WIB menjadi penanda kebangkitan klub raksasa Jerman tersebut.
Bagi internal klub, promosi ini bukan sekadar pencapaian olahraga, melainkan upaya menebus serangkaian kesalahan yang sempat menjatuhkan mereka dari panggung utama sepak bola Jerman.
Sebagai tujuh kali juara liga, Schalke dikenal sebagai salah satu klub dengan basis suporter terbesar di Eropa. Hanya Bayern Munich dan rival bebuyutan Borussia Dortmund yang memiliki jumlah anggota lebih banyak dari Schalke yang menembus angka 200.000.
Namun, tahun 2021 menjadi titik nadir. Untuk pertama kalinya dalam tiga dekade, Schalke terdegradasi, situasi yang diperparah oleh tekanan finansial di era pandemi Covid-19. Sempat kembali ke kasta tertinggi, mereka kembali terpuruk dan kali ini gagal bangkit dengan cepat.
CEO Schalke, Matthias Tillmann, yang bergabung pada 2024, menyebut keberadaan klub di divisi dua sebagai sebuah “kesalahan besar”.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami bukan klub divisi dua jika melihat basis suporter dan infrastruktur,” ujarnya. “Namun kami memang melakukan sejumlah kesalahan, baik dari sisi olahraga maupun pengelolaan finansial. Degradasi pertama di masa awal pandemi sangat memukul secara ekonomi, dan terdegradasi lagi tentu bukan hal yang baik.”
Pukulan finansial lain datang pada 2022 ketika kerja sama sponsor besar dengan Gazprom dihentikan menyusul invasi Russia ke Ukraina.
Meski prestasi di lapangan sempat menurun, loyalitas suporter Schalke tetap tak tergoyahkan. Sepanjang musim ini, seluruh 16 laga kandang mereka selalu dipadati lebih dari 60.000 penonton.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, besarnya ekspektasi juga menjadi tekanan tersendiri. Pada musim 2024-25, Schalke bahkan sempat berkutat di zona degradasi sebelum finis di peringkat ke-14.
Perubahan signifikan terjadi pada musim panas berikutnya. Klub menunjuk pelatih Miron Muslic dan mempercayakan posisi direktur olahraga kepada Frank Baumann.
Baumann menilai Muslic membawa perubahan mental yang krusial setelah apa yang ia sebut sebagai “musim terburuk sepanjang sejarah klub”.
“Dalam beberapa tahun terakhir, mungkin para pemain terlalu takut dengan reaksi suporter saat kalah,” ujarnya. “Mentalitas itu kami ubah musim panas lalu. Muslic punya pengaruh besar dalam hal ini.”
Menariknya, Tillmann mengakui promosi ini datang lebih cepat dari rencana awal klub.
“Direktur olahraga kami, Youri Mulder, bahkan sempat bercanda bahwa target kami hanya tidak memecat pelatih musim ini,” kata Tillmann. “Sejauh ini kami berada di jalur yang tepat.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!