Satu Orang Terluka saat Hujan Disertai Angin Kencang Tumbangkan Enam Pohon di Jakpus
📅 Jumat, 26 Des 2025, 15:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat enam kejadian pohon tumbang akibat hujan disertai angin kencang, dengan satu orang korban yang mengalami luka ringan pada Kamis (25/12).
Selain hujan yang disertai angin kencang, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan juga menyebutkan pohon-pohon tersebut tumbang karena usianya yang sudah tua.
“Rekapitulasi pohon tumbang, jumlah kejadian enam pohon tumbang, satu sempal dan satu orang luka ringan di wilayah Jakarta Pusat,” kata Yohan dalam keterangannya, Jumat (26/12).
Dia merinci titik lokasi pohon tumbang tersebut, yakni pertama, di Jalan Kebon Sirih, yang menimpa tiga unit sepeda motor, satu kabel listrik, dan fasilitas halte busway.
"Kemudian, di Jalan Tanah Abang I nomor 1, tepatnya terjadi di depan Kantor Walikota Jakarta Pusat, di mana pohon yang roboh menimpa gerbang utama kantor tersebut dan menutup akses jalan," ujar Yohan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya, di Jalan Tanah Abang I nomor 8, yang mengganggu akses jalan Dinas Bina Marga. Kemudian, di Jalan Merdeka Selatan, dengan satu tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terdampak akibat pohon tumbang di depan BSI Tower.
“Kemudian, di Jalan Merdeka Barat yang membuat akses jalan terdampak dan Jalan Wahidin 2, akses jalan sempat terganggu, namun petugas telah berhasil menyelesaikan penanganan di lokasi ini,” ungkap Yohan.
Sebelumnya, BPBD DKI telah meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah rawan banjir rob dan daerah dengan banyak pohon besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Prinsipnya, kami tidak menunggu kejadian, tapi berupaya melakukan langkah antisipatif sejak dini," kata Yohan melalui pesan teks yang diterima, Rabu (17/12).
Saat ini, sambung dia, terdapat siklon tropis Bakung di Samudra Hindia serta beberapa bibit siklon tropis, yaitu 93S dan 95S. Kendati pusat siklonnya tidak berada tepat di Jakarta, namun dampak tidak langsungnya tetap terasa, di antaranya berupa peningkatan angin kencang, pertumbuhan awan hujan intens, serta pasang air laut yang lebih tinggi dari normal.
Kondisi tersebut kemudian memicu banjir rob di wilayah pesisir dan angin kencang yang menyebabkan puting beliung secara lokal.
Saat terjadi banjir, kata dia, BPBD DKI segera mengaktifkan mekanisme respons cepat, memantau pemantauan wilayah terdampak, berkoordinasi dengan unsur terkait, seperti Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Dinas Sumber Daya Air (SDA), dan aparat wilayah.
"Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan warga, penanganan pohon tumbang, pembersihan akses jalan, serta pendataan dampak kerusakan. Untuk banjir rob, petugas disiagakan di wilayah pesisir, pompa air dioptimalkan, dan pintu-pintu air dipantau secara ketat," terang Yohan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!