Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Kota-kota Besar di Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan Ringan-Sedang

📅 Senin, 01 Des 2025, 07:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Kota-kota Besar di Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan Ringan-Sedang Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi: Sejumlah kendaraan menembus hujan lebat.

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota-kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Senin (01/12).

Dalam sistem peringatan dini cuaca BMKG, untuk wilayah Sumatera, kota-kota besar yang berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang yakni Medan, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung.

“Aceh dan Padang diprakirakan udara kabur. Pekanbaru diprakirakan hujan lebat disertai kilat,” ujar Prakirawan BMKG, Afif Shalahuddin, dalam siaran yang diikuti dari Jakarta.

Hujan ringan hingga sedang juga berpotensi terjadi di Serang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Sementara Bandung berpotensi diguyur hujan lebat disertai kilat.

Begitu pula dengan Bali, Lombok, dan Kupang yang diprakirakan diguyur hujan dengan intensitas ringan.

Di Pulau Kalimantan, Kota Pontianak dan Banjarmasin berpotensi diguyur hujan deras yang dapat disertai petir. Adapun Samarinda, Tanjung Selor, dan Palangkaraya berpotensi diguyur hujan ringan.

Sementara di Pulau Sulawesi, hujan ringan hingga sedang diprakirakan merata di seluruh kota besar yakni di Makassar, Mamuju, Palu, Gorontalo, dan Kendari. Manado diprakirakan diguyur hujan lebat disertai kilat.

Berpindah ke wilayah paling timur, kota-kota seperti Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke diprakirakan diguyur hujan ringan hingga sedang. Adapun Manokwari diprakirakan diguyur hujan lebat disertai kilat.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan saat ini tengah memasuki periode peningkatan curah hujan yang menandai peralihan menuju puncak musim hujan.

Berdasarkan analisis tiga bulan terakhir, curah hujan terus mengalami kenaikan signifikan, dengan sebagian besar wilayah berada pada kategori menengah hingga tinggi.

Faisal menjelaskan fenomena La Nina lemah saat ini tengah berlangsung dan diprediksi bertahan hingga Maret 2026. Namun, dampaknya terhadap peningkatan curah hujan dinilai tidak terlalu signifikan saat puncak musim hujan nanti.

“La Nina lemah akan bertahan hingga awal tahun 2026, namun pada puncak musim hujan dampaknya terhadap penambahan curah hujan tidak terlalu signifikan. Meski begitu, curah hujan tinggi pada periode tersebut tetap perlu diwaspadai,” ujarnya

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dan dampaknya terhadap aktivitas harian, khususnya di wilayah dengan curah hujan tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.