Rupiah Diperkirakan Terus Berfluktuasi Meski Sempat Naik Tipis
📅 Selasa, 02 Sep 2025, 18:28 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Bank Indonesia
JAKARTA - Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatannya terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (2/9). Menurut Bloomberg, rupiah naik tipis 0,03 persen atau empat poin menjadi Rp16.414 per dollar AS.
Sentimen pasar masih dipengaruhi faktor eksternal, terutama terkait situasi dan kondisi di AS. Sengketa kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump, membuat ketidakpastian kembali menguat.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan Trump akan mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyebutkan kebijakan tarifnya ilegal.
"Dia akan mengajukan gugatannya ke Mahkamah Agung AS," ujar dia.
Sementara itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed di kalangan pelaku pasar masih menguat. Meskipun inflasi inti AS per Juli 2025 berada di atas target The Fed sebesar 2 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sisi global, konflik geopolitik antara Russia dan Ukraina semakin memburuk. Kedua pihak disebut saling serang fasilitas-fasilitas penting khususnya kilang-kilang minyak.
Di Tiongkok, Presiden Xi Jinping melontarkan wacana "tatanan global baru" yang memprioritaskan "global selatan". "Wacana Presiden Xi berpotensi meningkatkan ketegangan baru, terutama bagi AS dan sekutunya," ucap Ibrahim.
Dari dalam negeri, Ibrahim mencermati tanggapan Bank Indonesia (BI) terhadap perkembangan neraca perdagangan Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"BI memandang surplus neraca perdagangan Juli 2025 menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia," ujar dia.
BI menyatakan akan memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lain untuk meningkatkan ketahanan eskternal. Sehingga hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan berfluktuatif sesi perdagangan Rabu (3/9).
"Namun kecenderungannya akan ditutup melemah dengan rentang Rp16.400-16.450 per dollar AS," ujar dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!