Rudal Balistik Pertama Indonesia Tiba dari Turki, Kini Ditempatkan di Tenggarong Kaltim Dekat IKN
📅 Senin, 11 Agu 2025, 12:42 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: CNA/Facebook/ASEAN Defense Studies
JAKARTA - Indonesia akhirnya memiliki senjata strategis Rudal balistik KHAN ITBM‑600. Rudal yang dipesan Indonesia dari Turki itu telah tiba di Tanah Air dan kini berada di Kalimantan Timur.
Senjata ini menjadi sistem rudal balistik taktis pertama yang dimiliki TNI. Sejak 1 Agustus 2025, Rudal KHAN ditempatkan di Markas Batalyon Artileri Medan ke-18 (Yonarmed 18/Buritkang Tenggarong) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Informasi ini pertama kali diungkap oleh platform pertahanan Sahabat Keris, kemudian dikutip oleh Defence Security Asia, kemudian diberitakan di kanal berita Kompas.com dan Channel News Asia (CNA) Indonesia.
Apa Itu Rudal Balistik Khan?
Mengutip laporan CNA, sistem KHAN merupakan versi ekspor dari rudal Bora, dan merupakan hasil kontrak Indonesia-Turki yang ditandatangani pada Indo Defence Expo 2022. Rudal balistik ini diproduksi oleh Roketsan, perusahaan pertahanan asal Turki.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rudal merupakan perangkat militer yang dirancang untuk menghancurkan target dengan cara menerbangkan peledak, bahan kimia, atau hulu ledak nuklir ke sasaran.
Salah satu jenis rudal yang paling dikenal tidak lain adalah rudal balistik, rudal yang didorong tenaga roket dan bergerak melalui atmosfer dan ruang angkasa sebelum akhirnya jatuh ke sasaran.
Rudal balistik memiliki lintasan yang lebih tinggi dan umumnya tidak dapat diubah setelah diluncurkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
KHAN merupakan sistem persenjataan balistik taktis yang dirancang untuk serangan presisi dalam jarak jauh.
Rudal ini menggunakan kendaraan Tatra 8×8 mendorong mobilitas tinggi dan kemampuan “shoot-and-scoot” untuk serangan presisi dalam jarak hingga 280 kilometer.
Sistem navigasinya didukung GPS, GLONASS, dan navigasi inersia yang memastikan akurasi di bawah 10 meter CEP bahkan di wilayah padat gangguan sinyal
Dengan berat sekitar 2.500 kilogram, diameter 610 milimeter, dan hulu ledak fragmen hingga 470 kilogram, KHAN dirancang untuk menargetkan infrastruktur strategis seperti pusat komando, fasilitas logistik, radar, atau bunker.
Indonesia kini menjadi negara ASEAN pertama dengan kapabilitas “second-strike” – respons taktis yang bisa dilakukan secara cepat dan presisi tanpa bergantung pada kekuatan laut atau udara
Roketsan mengklaim rudal ini tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem dan memiliki fleksibilitas operasional tinggi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!