Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RPTRA Disiapkan Jadi Ruang Cipta Kreativitas, Wahana Bermain dan Berpikir Anak Zaman Now!

📅 Rabu, 25 Jun 2025, 15:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
RPTRA Disiapkan Jadi Ruang Cipta Kreativitas, Wahana Bermain dan Berpikir Anak Zaman Now! Doc: ANTARA/HO-Pemprov DKI.
Ket. Pendongeng anak Paman Gery sedang memberikan edukasi kepada anak-anak di RPTRA Taman Sawo, Cipete Utara, Jakarta Selatan.

JAKARTA – Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dapat menjadi wadah untuk menemukan dan mengembangkan bakat anak-anak di bidang seni, olahraga, dan lainnya, yang merupakan bagian dari ekspresi kreativitas.

Selain untuk anak-anak, RPTRA juga dapat menjadi sarana pengembangan kreativitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, misalnya melalui pelatihan keterampilan dan pemasaran produk lokal.

Pemerintah mengupayakan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) juga bisa menjadi sarana pendukung pengembangan kreativitas.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan membahas pemanfaatan RPTRA sebagai wadah usaha kreatif lokal dalam pertemuan dengan perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Marunda.

"Literasi tidak hanya soal membaca tetapi bagaimana kita membangun imajinasi dan kreativitas sejak dini," katanya dalam pertemuan yang berlangsung di Autograph Tower, Jakarta, Senin (23/6).

Sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian di Jakarta, Selasa (24/6), dia mengatakan bahwa RPTRA bisa dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha ekonomi kreatif di tingkat akar rumput.

"Ketika ruang baca di RPTRA terhubung dengan karya lokal seperti komik, board game, atau cerita rakyat, di situlah kita membentuk ekosistem yang tidak hanya mencerdaskan, tapi juga menggerakkan ekonomi kreatif dari akar rumput," katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan mengemukakan peran strategis RPTRA dalam upaya untuk membentuk karakter anak sekaligus memberdayakan perempuan.

Menurut dia, ruang-ruang publik seperti RPTRA seharusnya tidak hanya menyediakan fasilitas fisik, tetapi juga ruang tumbuh kembang yang inklusif dan berkelanjutan.

"Anak-anak butuh ruang yang aman, menyenangkan, dan memicu rasa ingin tahu, tapi lebih dari itu, mereka butuh ruang yang hidup," kata Veronica.

"Jika literasi, kreativitas, dan nilai-nilai kekeluargaan bisa tumbuh dari lingkungan sekitar, maka RPTRA bukan hanya ruang bermain, tapi ruang pembentukan masa depan. Ini adalah investasi sosial jangka panjang," katanya.

Guna mengawali upaya untuk meningkatkan fungsi RPTRA, rangkaian kegiatan komunitas akan dilaksanakan di RPTRA Marunda pada Juli 2025, setelah peringatan Hari Anak Nasional.

Kegiatan yang akan dilaksanakan mencakup penyediaan pojok baca tematik, ruang permainan tradisional, serta sarana permainan edukatif berbasis cerita lokal untuk membangkitkan minat baca serta kreativitas anak.

Perwakilan UPRS Marunda menyampaikan bahwa perpustakaan di RPTRA saat ini belum memadai, luas ruang bacanya rata-rata 2x2 meter persegi, koleksi bukunya minim dan jarang diperbarui, serta ragam kegiatannya terbatas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.