Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI Penuhi 22 Persen Permintaan Minyak Nabati Dunia

📅 Sabtu, 03 Agu 2024, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
RI Penuhi 22 Persen Permintaan Minyak Nabati Dunia Doc: ANTARA/Nur Suhra Wardyah
Ket. Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana Direktorat Jenderal Perbendaharaan Badan Pengelola Dana dan Perkebunan Kelapa Sawit (Dirjen BPDPKS) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Kabul Wijayanto.

Makassar - Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana Direktorat Jenderal Perbendaharaan Badan Pengelola Dana dan Perkebunan Kelapa Sawit (Dirjen BPDPKS) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Kabul Wijayanto menyebut bahwa Indonesia memenuhi permintaan minyak nabati dunia hingga 22 persen.

"Indonesia memegang peranan penting, karena permintaan minyak nabati dunia sebesar 300,7 juta ton di 2040, sementara Indonesia sudah memenuhi 22 persen minyak nabati untuk dunia saat ini," urai Kabul di Makassar, Jumat.

Dia menjelaskan bahwa sawit ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di dunia.

Tercatat, ekspor sawit pada 2023 lalu mencapai 50,07 juta ton yang totalnya telah melampaui Malaysia dengan nilai

28,45 miliar dollar Amerika. Ini setara menyumbang hasil ekspor sebesar 12 persen sebagai komoditas strategis di Indonesia.

"Sekitar 70 persen lebih hasil dari komoditi kelapa sawit kita ekspor dan hanya 10 persen yang kita olah secara mentah," ujarnya.

Hasil ini juga diikuti dengan luasan lahan kelapa sawit yang juga meningkat dari 16,38 juta hektar luas kelapa sawit menjadi 16,8 juta hektar usai dilakukan pembaharuan luasan lahan, termasuk di Sulawesi Selatan, yang tepatnya berada di Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur.

Peningkatan produksi sawit di triwulan pertama tahun ini juga mencapai 4,82 persen. Positifnya, peningkatan ini diikuti dengan penurunan gini rasio dari 0,37 menjadi 0,33 yang berarti terjadi pertumbuhan ekonomi berkeadilan.

Sementara terkait penyerapan tenaga kerja, terdapat sebanyak 13,2 juta tenaga kerja melalui sektor kelapa sawit.

Kendati demikian, Kobul juga menyebut bahwa sektor kelapa sawit memiliki tantangan dari aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.

"Diharapkan bagaimana program edukasi untuk lingkungan terkait kelapa sawit terus diinisiasi dalam melakukan langkah mitigasi, agar bencana bisa ditangani dengan baik," tambah dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.