Review 'Janur Ireng': Era Horor dengan Kekuatan Cerita Dimulai
📅 Kamis, 25 Des 2025, 02:47 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
Apa sebenarnya yang penonton cari dari sebuah film horor? Dan mengapa "Janur Ireng" bisa disebut karya yang istimewa?
Mungkin sebagian menjawab: ingin merasakan ketakutan dan memuaskan penasaran akan dimensi gaib yang selama ini menjadi sebuah misteri. Namun dengan arus deras film horor yang tanpa henti sepanjang tahun, di setiap tahun akhir-akhir ini apakah pencarian itu masih relevan? Toh wujud dari jin atau hantu kurang lebih sama, dan adegan jump scare yang menjadi resep wajib seringkali sudah menjadi rutinitas yang bisa ditebak.
Dan jawaban dari pertanyaan selanjutnya adalah film Janur Ireng dapat memberi lebih dari itu semua hanya dengan bertumpu pada kekuatan cerita hingga alurnya terasa hidup.
Kali ini Kimo Stamboel membuka berbagai misteri dari "Sewu Dino", film tahun 2023 yang juga ia sutradarai dan sukses mengumpulkan hampir 5 juta penonton. Ya, Janur Ireng merupakan prekuel dari Sewu Dino, universe intrik permusuhan keluarga besar "Trah Pitu" dalam memperebutkan kekuasaan dan harta menggunakan kekuatan jahat sihir dan jin. Kisahnya diangkat dari novel Janur Ireng, buku ketiga yang ditulis oleh SimpleMan, setelah buku sebelumnya yang berjudul “KKN di Desa Penari” dan “Sewu Dino” sukses di pasaran, dan viral dalam rangkaian thread-nya di Twitter.
Sebelumnya dalam Sewu Dino, seorang gadis desa yang terdesak ekonomi, Sri Rahayu, terpaksa menerima pekerjaan merawat Della Atmodjo, cucu dari Karsa Atmodjo (Karina Suwandi), yang terkena sihir Sewu Dino. Film berkutat dengan ketegangan dari bahaya yang timbul karena Della yang dipasung dalam sebuah gubuk kayu berusaha membunuh setiap orang yang membantunya menjalani ritual mandi "Basuh Sedo".
Sebaiknya Anda baca juga:
Ritual tersebut dilakukan selama seribu hari untuk menenangkan Sengarturih, jin yang dikirim musuh keluarga Atmodjo untuk menguasai raga Della. Belakangan diketahui dari bagian post-credit scene Sewu Dino bahwa Sengarturih yang berwujud manusia setengah badan ini merupakan kiriman dari Sabdo Kuncoro, generasi kedua keluarga Kuncoro yang sakit hati karena telah diperdaya oleh Karsa Atmodjo hingga Intan (diperankan Ratu Rafa), adik semata wayangnya mati oleh ilmu sihir Janur Ireng.
Maka prekuel yang dibintangi oleh Tora Sudiro sebagai Arjo Kuncoro, Rio Dewanto (Sugik), Masayu Anastasia (Lasmini), Karina Suwandi (Mbah Karsa Atmojo) dan Marthino Lio sebagai Sabdo Kuncoro ini berusaha mengurai kisah dari ratusan halaman novelnya dalam dua jam tayangan mencekam di bioskop.
Kimo Stamboel tampak berhasil merangkai cerita dengan rapi meski diramaikan banyaknya karakter, baik nama-nama baru atau yang telah muncul dalam Sewu Dino seperti Sugik, Della, dan Karsa Atmodjo. Dengan kepadatan tokoh dan kisah, alur Janur Ireng disajikan dengan ringan dan mudah dipahami, bahkan bagi penonton yang belum sempat menyaksikan Sewu Dino
Kimo Stamboek seperti tidak ingin menakut-nakuti, tapi Janur Ireng tetap terasa mengerikan. Semua bumbu dalam resep film horor, baik jump scare, perwujudan setan, pencahayaan suram dan kekejaman yang brutal tetap ada, namun ia berhasil menempatkannya sesuai dengan porsi yang dibutuhkan. Sinematografi Janur Ireng ditampilkan wajar tanpa visual yang terlalu sinematik khas film horor nasional belakangan ini, namun tetap menjaga sisi artistiknya.
Dirangkai dengan penokohan karakter-karakter yang kuat dari setiap cast, dan musik score yang mencekam, film ini berhasil menjadi sebuah kisah utuh mencekam dari universe Janur Ireng-Sewu Dino.
Dengan cerita lebih gelap dan konflik yang intens, Janur Ireng membuktikan bahwa nafsu dan angkara adalah pangkal dari segalanya, melebihi teror sosok menakutkan dan sihir yang kejam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!