Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rehabilitasi Mangrove di Papua Barat Daya Jadi Fokus Kemenhut

📅 Senin, 21 Jul 2025, 18:04 WIB | Oleh:
Rehabilitasi Mangrove di Papua Barat Daya Jadi Fokus Kemenhut Doc: ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu
Ket. Direktur Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi (kiri) dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Papua Barat Daya Julian Kelly Kambu (kanan).

SORONG - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) fokus melakukan rehabilitasi mangrove di Provinsi Papua Barat Daya melalui Program Hutan VI untuk mengelola, melestarikan, dan memanfaatkan hutan secara berkelanjutan.

Direktur Rehabilitasi Mangrove Kemenhut Ristianto Pribadi, di Sorong, Senin, menjelaskan program ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jerman yang bertujuan untuk mengelola, melestarikan, dan memanfaatkan hutan secara berkelanjutan.

"Fokus kami dalam Program Hutan VI lebih kepada rehabilitasi mangrove,” kata Ristianto Pribadi.

Ristianto mengatakan, rehabilitasi mangrove ini dilakukan dengan konsep mempertahankan, meningkatkan, dan memulihkan.

"Bukan hanya sekadar menanam tetapi juga merawat," katanya.

Program ini, menurut dia, sudah berjalan di tingkat nasional, sehingga target kali ini akan diimplementasikan ke Papua Barat Daya.

Dia mengatakan sedang menyusun kegiatan secara detail sehingga apabila program ini direalisasikan akan memberikan dampak positif terhadap aspek ekonomi masyarakat dan daerah, aspek ekologi, dan aspek sosial.

“Kegiatan Program Hutan VI ini bisa memberi dampak nyata untuk masyarakat dan pembangunan ekonomi di Provinsi Papua Barat Daya dari ekosistem mangrove," ujarnya.

Dari sisi dampak positif ekologi adalah mempertahankan dan memulihkan mangrove yang sudah terdegradasi. Selanjutnya aspek ketiga adalah aspek sosial dengan menitikberatkan keterlibatan masyarakat yang berada di sekitar ekosistem mangrove.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan Papua Barat Daya Julian Kelly Kambu mengatakan pemerintah provinsi pada dasarnya mendukung kegiatan Program Hutan VI, karena menjaga keberlangsungan hidup kawasan hutan khususnya mangrove.

"Program ini juga akan memberikan dampak secara langsung kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, melalui Program Hutan ini dampaknya bukan hanya pada hutan mangrove saja, tetapi masyarakat juga ikut mendapatkan mendapatkan secara langsung.

"Program ini sangat penting dilakukan, sebab potensi mangrove cukup besar di Papua Barat Daya," katanya.

Dia menyebutkan, dua wilayah di Papua Barat Daya yang akan menjadi target dari program ini, yakni Kota Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.