Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Puluhan Pemda Dorong Pengembangan Kawasan Transmigrasi

📅 Senin, 19 Jan 2026, 11:22 WIB | Oleh:
Puluhan Pemda Dorong Pengembangan Kawasan Transmigrasi Doc: Antara Foto
Ket. Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan keterangan dalam Konferensi Pers Pembukaan Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra Transmigrasi Patriot 2026 di Jakarta

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 60 pemerintah daerah (pemda) yang telah mengajukan usulan pengembangan kawasan transmigrasi di wilayahnya masing-masing.

“Kemungkinan akan ada tambahan kawasan transmigrasi yang baru, karena hari ini kami mendapatkan usulan 60 kawasan transmigrasi dari 60 kepala daerah,” tutur M Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Minggu malam (18/1).

Ia menuturkan bahwa paradigma transmigrasi saat ini telah bergeser, yakni tidak lagi sekadar memindahkan penduduk dari satu tempat ke tempat lain, tapi berfokus pada pengembangan kawasan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Konkretnya, kami harus lebih banyak menyediakan lapangan kerja, kemudian pendapatan yang layak sehingga tidak ada lagi masyarakat yang miskin, serta menjaga kelestarian lingkungan Kami ingin tidak ada lagi masyarakat miskin di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.

Iftitah mengakui bahwa banyak kawasan transmigrasi yang telah terbentuk justru menjadi kawasan yang terbelakang karena tidak bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Kami juga harus jujur mengakui ada beberapa tempat yang memang belum berkembang, apalagi karena (kekurangan) infrastruktur dan sebagainya,” katanya.

Agar permasalahan tersebut tidak terjadi kembali, pihaknya akan mengkaji berbagai usulan kawasan transmigrasi baru tersebut secara mendalam untuk memastikan tersedianya potensi ekonomi yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah, khususnya di wilayah Papua.

Iftitah menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi Papua menjadi salah satu prioritas utama dalam strategi pembangunan nasional ke depan.

"Arahan dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto), transmigrasi untuk penciptaan ekonomi baru. Itu fokus yang terbesar justru ada di Papua. Kami ingin di Papua lebih banyak lapangan kerja, lebih banyak melibatkan masyarakat," ujarnya.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan ekonomi, pihaknya juga berupaya untuk meningkatkan keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua dengan mendirikan Kampus Patriot di Merauke, Papua Selatan, agar program transmigrasi dapat bermanfaat bagi warga transmigran maupun masyarakat lokal.

“Kami ingin masyarakat tersebut pada saatnya dilakukan investasi dan pembangunan ekonomi, mendapatkan manfaat langsung dari pembangunan ekonomi tersebut, sehingga tidak terasing di negerinya sendiri,” ucap Iftitah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.