Puisi Empat Bahasa di MRT: Upaya Singapura Promosikan Warisan Sastra
📅 Kamis, 06 Nov 2025, 22:16 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: Sing Lit Station
SINGAPURA - Penumpang sistem kereta bawah tanah Mass Rapid Transit (MRT) Singapura kini dapat membaca lebih banyak puisi yang dipajang di dalam gerbong kereta, seiring dimulainya musim kedua inisiatif "Puisi di MRT" (Poems on the MRT) pada Kamis (6/11), menurut laporan media setempat.
Sebanyak 145 kutipan puisi ditampilkan tahun ini, termasuk 50 tambahan baru. Puisi-puisi tersebut, yang ditulis dalam bahasa Inggris, Mandarin, Melayu, serta Tamil, dicetak dan dipajang di dalam kereta, masing-masing disertai kode respons cepat (quick response/QR) yang dapat dipindai oleh penumpang untuk membaca puisi lengkap berikut terjemahannya.
Musim pertama puisi tersebut diluncurkan pada 1 November 2024, dan musim kedua akan berlangsung hingga November tahun depan.
Penulis lokal Chow Teck Seng mengatakan puisi-puisi tersebut dipilih karena aksesibilitas dan kemudahan terjemahannya, memungkinkan penumpang menikmati "pengalaman sastra yang ringan dan menyenangkan dalam perjalanan pulang". Ant/Xinhua
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!