Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Progres Mantap! LPS Ungkap Penjaminan Polis Capai Level 85 Persen

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 13:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Progres Mantap! LPS Ungkap Penjaminan Polis Capai Level 85 Persen Doc: Antara.
Ket. Karyawan beraktivitas di dekat logo-logo perusahaan asuransi di Jakarta.

JAKARTA – Program Penjaminan Polis (PPP) merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan kepercayaan dan perlindungan nasabah dalam sektor asuransi, dengan memastikan kewajiban pembayaran klaim dijamin oleh lembaga penjamin.

Program ini mencakup desain produk yang jelas, kerangka regulasi yang kuat, infrastruktur teknologi informasi yang mendukung, serta kesiapan sumber daya manusia untuk mengelola kepesertaan dan klaim secara efektif.

Secara analitis, PPP berperan penting dalam memperkuat stabilitas industri asuransi, mengurangi risiko moral hazard, dan memberikan kepastian perlindungan bagi pemegang polis, sehingga turut mendukung ketahanan sektor keuangan secara keseluruhan dan mendorong pertumbuhan inklusif di pasar asuransi domestik.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengatakan progres program penjaminan polis (PPP) sejauh ini telah mencapai 65 hingga 85 persen dari sisi desain program, penyiapan regulasi atau kebijakan, infrastruktur IT, serta human resources atau kepesertaan.

“Sampai dengan posisi per saat ini, semua progres itu berkisar antara 65 hingga 85 persen,” kata Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS Ferdinan D Purba dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/1) malam.

Ia menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan keempat pilar persiapan bergerak ke arah yang positif sesuai dengan tahapan yang direncanakan.

Progres tersebut menjadi dasar bagi LPS untuk menyiapkan skenario percepatan implementasi program pada 2027 dari target awal 2028, seiring dengan proses revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang masih berlangsung.

“Di undang-undang itu amanatnya 2028. Tapi kemudian di-drafting yang sekarang (UU P2SK yang sedang direvisi), disebut ‘paling lambat’. Artinya apa? Berarti ada kemungkinan (lebih cepat), makanya saya bikin skenario 2027,” kata Ferdinan.

Untuk memastikan kesiapan yang matang, LPS menargetkan seluruh aspek utama program dapat dipastikan pada akhir triwulan II 2026. Pada periode tersebut, LPS akan mengevaluasi apakah seluruh persiapan telah benar-benar siap untuk memasuki tahap berikutnya.

Penentuan kesiapan pada akhir triwulan II-2026 dinilai krusial karena setelahnya akan terdapat rangkaian proses lanjutan, seperti pendaftaran kepesertaan, penyiapan administrasi, serta pengaturan teknis operasional. Oleh sebab itu, status kesiapan penuh baru dapat dikonfirmasi setelah seluruh prasyarat tersebut terpenuhi.

“Kita rencananya harus mencapai 100 persen di akhir triwulan II, karena di situ proses pendaftaran (peserta penjaminan polis) sudah dimulai. Artinya, kalau proses pendaftaran dimulai, berarti desain harus sudah selesai,” ujar Ferdinan.

Dalam pengembangan program penjaminan polis, Ferdinan mengatakan bahwa tantangan utama terletak pada kompleksitas desain program. Meskipun industri asuransi secara skala lebih kecil dibandingkan perbankan, karakteristik produknya jauh lebih beragam dan kompleks.

Pada sektor asuransi, terdapat berbagai jenis produk, baik asuransi jiwa maupun asuransi umum, yang masing-masing memiliki karakteristik dan risiko berbeda. Seluruh variasi produk tersebut harus dipertimbangkan secara menyeluruh dalam desain program penjaminan polis.

Hingga saat ini, cakupan program penjaminan polis masih difokuskan pada asuransi jiwa dan asuransi umum. Reasuransi tetap dikecualikan dari skema penjaminan, sejalan dengan praktik terbaik di tingkat internasional. Sementara produk asuransi yang memiliki unsur investasi, yakni unit link atau PAYDI, tidak dijamin pada porsi investasinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

49 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.