Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Prof M Said: Bahaya Transmisi Ideologi Non-Pancasila Lebih Dahsyat

📅 Minggu, 20 Agu 2023, 10:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Prof M Said: Bahaya Transmisi Ideologi Non-Pancasila Lebih Dahsyat Doc: KORAN JAKARTA/ISTIMEWA
Ket. Para alumni Lemhannas di sela sela diskusi ringan memperingati HUT RI ke-78 di Jakarta akhir pekan kemarin.

JAKARTA - Prof Dr Muhammad Said dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Centre mengingatkan, transmisi ideologi non-Pancasila merupakan ancaman terbesar bagi bangsa. Jika tidak diberantas maka akan menjadi beban bagi bangsa ke depannya.

"Di momen perayaan HUT ke-78 RI ini hal tersebut harus dihilangkan," tegas Prof Muhammad Said yang merupakan Direktur Executive Para Sophia Indonesia juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam diskusi ringan di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dalam diskusi tersebut, beberapa alumni Lemhannas membahas berbagai dinamika perkembangan negara dan bangsa, termasuk merefleksikan perayaan HUT Kemerdekaan RI.

Beberapa di antara alumni Lemhannas yang terlibat diskusi tersebut antara lain Dr. (HC) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar., pengamat maritim dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center, Stevy Hanny Supena, SE., MM., Direktur PT Sembilan Tryas Logistik Indonesia dan Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Centre.

Dalam suasana santai dan penuh keakraban, mereka mengadakan pertemuan berkala sambil mendiskusikan isu-isu kontemporer, dari tema manajemen supply chain logistic, potensi ekonomi maritim, dan krisis ketahanan pangan.

Dalam kesempatan pertama, Prof Muhammad Said mengajak mengheningkan cipta, merefleksikan hakekat kemerdekaan setelah 78 tahun Indonesia merdeka. Dia mengajak bermuhasabah, bertafakur merenungkan penderitaan lahir batin para pahlawan di masa lalu dan mendoakan yang terbaik bagi mereka.

"Heningkan cipta memiliki makna strategis. Selain penguatan sense of responsibility sebagai penikmat kemerdekaan, juga mengkontekstualisasikan penjajahan dan kemerdekaan dengan kondisi faktual hari ini. Tujuannya, selain untuk menghindari kesalahpahaman (misunderstanding) bahwa hari ini tidak ada lagi penjajah yang harus dilawan, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran yang membuat kita berat meninggalkan zona nyaman. Penjajahan ala modern lebih dahsyat," tuturnya.

Prof Muhammad Said menyebutkan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), misalnya harus diakui dan diterima kontribusi konstruktifnya dalam meningkatkan perbaikan dan kualitas diri, serta membawa kemudahan dalam seluruh sektor kehidupan. Tapi di sisi lain, ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan nasionalnya begitu dahsyat seperti terjadi transmisi ideologi non-Pancasila yakni kapitalisme, komunisme, dan ideologi agama.

"Begitu pula jaringan narkoba merusak jiwa dan masa depan anak bangsa, serta pornografi yang merusak prefrontal cortex (PFC) yang berfungsi sebagai filter moral. Bahkan, dampaknya lebih luas; secara ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya dan ketahanan keamanan," tegasnya.

Di akhir diskusi, Prof Muhammad Said memaparkan tugas berat yang harus diemban hari ini dan ke depan. Pertama, merawat dan mengembangkan kemerdekan dengan cara edukatif dan dalam koridor etika dan moral Pancasila.

Kedua, "ego diri" sebagai penjajah terbesar harus ditaklukkan untuk kemerdekaan diri dan keselamatan, dan persatuan Indonesia.

Ketiga, Bela Negara (Hubbul Wathan) sesuai profesi adalah tanggungjawab yang harus kita tingkatkan; bukan memangku senjata untuk berperang.

Keempat, menghindari tafsir sempit makna terma Jihad dan Kafir pada orang lain yang berbeda dengan kita agar tidak lagi terjadi kekerasan dan pembunuhan atas nama agama dan Tuhan.

Kelima, para pemimpin nasional dan daerah meninggalkan legacy, role model dalam tata kelola negara dengan memprioritaskan kepentingan rakyat dan menepikan kepentingan personal, keluarga dan kelompok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.