Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman: Tugas dari Presiden Prabowo, Capai Swasembada dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani.

📅 Selasa, 14 Okt 2025, 08:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri Pertanian Amran Sulaiman: Tugas dari Presiden Prabowo, Capai Swasembada dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani. Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) memberi keterangan kepada awak media seusai serah terima jabatan Kepala Bapanas di Jakarta

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar percepatan swasembada pangan dilakukan seiring peningkatan kesejahteraan petani melalui kebijakan yang menguntungkan dan berkeadilan.

"(Tugas khusus dari Presiden Prabowo) swasembada (pangan) secepat-cepatnya, menguntungkan petani, konsumen tersenyum," kata Amran usai serah terima jabatan sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) dari Arief Prasetyo Adi di Jakarta, Senin.

Dia menegaskan target swasembada, khususnya komoditas beras, yang pada awalnya dibidik dapat tercapai dalam waktu empat tahun, namun dipercepat menjadi hanya satu tahun oleh Presiden Prabowo.

"Doakan mudah-mudahan tidak ada halangan tiga sampai tiga bulan ke depan. Mimpi kita, target Bapak Presiden empat tahun swasembada, itu kita capai dalam waktu satu tahun dan itu adalah lompatan besar yang kita buat bersama," ujar Amran.

Menurut ia, percepatan itu merupakan sebuah lompatan besar yang bisa tercapai berkat sinergi lintas sektor, mulai dari Kementerian Pertanian, TNI/Polri, Kejaksaan, Perum Bulog, hingga Bapanas.

"Bukan saja Kementerian Pertanian, tapi semua anak bangsa yang ikut berpartisipasi. TNI, Polri, Kejaksaan, Bulog, Badan Pangan (Bapanas), semua," jelasnya.

Amran menyatakan dirinya juga harus melakukan stabilitas harga bahan pangan pokok strategis, terutama pangan yang disubsidi oleh pemerintah senilai Rp150 triliun, termasuk beras demi menjaga stabilitas pasokan serta keterjangkauan masyarakat.

Ia menegaskan pemantauan harga pangan harus dilakukan secara real time atau seketika setiap hari agar setiap fluktuasi harga di pasar dapat segera diantisipasi melalui intervensi kebijakan yang tepat.

Amran menambahkan intervensi pemerintah menjadi keharusan untuk menjaga keseimbangan harga, dengan memastikan petani terlindungi melalui penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) dan konsumen dilindungi lewat harga eceran tertinggi (HET).

Amran menyatakan nantinya Bapanas fokus memperkuat komoditas pangan strategis seperti beras, jagung, dan gula putih, dengan melakukan pembenahan menyeluruh dari hulu hingga hilir agar pasokan dan harga tetap terkendali.

Selain pangan pokok, sektor perkebunan dan hortikultura juga menjadi prioritas melalui program hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah, seperti pengolahan sawit menjadi minyak goreng yang mendukung stabilitas pasokan dalam negeri.

Selain itu, sebagai produsen terbesar dunia, Indonesia juga sedang mengembangkan biofuel berbasis crude palm oil (CPO), seperti B40 dan B50.

"Kita insyaallah tahun depan pada 2026, B50. Sekarang B40," kata Amran.

Biodiesel B40 merupakan bahan bakar campuran solar sebanyak 60 persen dan bahan bakar nabati dari minyak kelapa sawit sebanyak 40 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

24 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.