Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Prevalensi Stunting di Siak Turun Sangat Signifikan dari 22 Persen Menjadi 10,40 Persen

📅 Senin, 06 Mei 2024, 18:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prevalensi Stunting di Siak Turun Sangat Signifikan dari 22 Persen Menjadi 10,40 Persen Doc: ANTARA/HO-Pemkab Siak
Ket. Wabup Siak, Husni Kerja ketika nerima penghargaan prevelansi terserah ketiga di Riau dari Pejabat Gubernur Riau, SF Haryanto.

Siak - Prevalensi kasus tengkes (stunting) di Kabupaten Siak, Provinsi Riau menurun dari 22 persen pada 2022 menjadi 10,40 persen pada 2023 berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia (KSI) oleh Kementerian Kesehatan.

Wakil Bupati Siak, Husni Merza, Senin, menyampaikan dengan hasil itu daerahnya kini berada pada posisi tiga terendah kasus stunting di Provinsi Riau setelah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Padahal Siak sempat menduduki peringkat ketiga terbawah data angka penurunan pada tahun 2022.

"Ini berkat kerja sama semua elemen dan pemangku kepentingan serta penanganan yang baik Siak tiga besar penurunan stunting," kata Wakil Bupati Siak, Husni Merza yang juga ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Siak.

Husni mengatakan, penekanan stunting juga tidak terlepas dari kerja keras pemerintah, tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga dan kader posyandu. Selain itu, yang terpenting juga pihak perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Siak.

Menurutnya, setiap perusahaan diwajibkan ikut membantu pemerintah menangani masalah stunting. Pemerintah daerah meminta bantuan ke perusahaan tidak dalam bentuk uang, melainkan barang yang sudah ditentukan.

"Dana tanggungjawab sosial perusahaan mereka kita arahkan ke barang. Barang itu, diserahkan dulu ke kita, baru kita serahkan ke anak yang mengalami stunting yang sudah terdata dari awal," katanya.

Misalnya, sambung Husni, setiap perusahaan pada tiga bulan pertama, diminta untuk memberikan makanan tambahan dan asupan gizi yang standar. Asupan makanan anak stunting harus sesuai dengan rekomendasi kesehatan.

Jenis-jenis barang yang diberikan ke anak penderita stunting yang dimaksud seperti susu khusus anak stunting, telur, biskuit dan makanan lainnya. "Sekarang angkanya sudah turun, tahun depan kita targetkan di bawah 10 persen," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.