Presiden Dewan Uni Eropa Charles Michel Mengundurkan Diri
📅 Senin, 08 Jan 2024, 11:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: YAhoo/DPA/Philipp von Ditfurth
BRUSSELS - Politisi Belgia Charles Michel mengumumkan akan mengundurkan diri lebih awal sebagai presiden Dewan Eropa setelah mencalonkan diri dalam pemilihan Parlemen Eropa yang dijadwalkan pada Juni mendatang.
"Saya memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai kandidat pada pemilu Eropa pada Juni 2024," katanya kepada media Belgia.
Langkah mengejutkan ini kemungkinan akan meningkatkan spekulasi mengenai siapa yang akan menjadi pemimpin Uni Eropa berikutnya ketika negosiasi dimulai untuk putaran baru pekerjaan-pekerjaan penting pada bulan November, ketika mandat resmi Michel habis.
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen dari Jerman, yang seperti Michel ditunjuk pada 2019, sejauh ini masih bungkam apakah ia akan mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua.
Sebagai presiden Dewan, salah satu tugas utama Michel adalah mengawasi pertemuan puncak UE yang sangat penting dalam upaya mencari tanggapan bersama terhadap krisis termasuk pandemi Covid-19 dan invasi Rusia ke Ukraina.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Empat tahun setelah memulai masa jabatan saya sebagai pemimpin Eropa, saya bertanggung jawab untuk mempertanggungjawabkan pekerjaan saya selama beberapa tahun terakhir dan mengusulkan proyek untuk masa depan Eropa," kata Michel, mantan perdana menteri Belgia berusia 48 tahun, kepada media Belgia.
Dia mengatakan akan memimpin partai Gerakan Reformis liberal (MR) dalam pemilihan Parlemen Eropa dan mengundurkan diri sebagai presiden Dewan pada bulan Juli. Dia adalah mantan pemimpin MR.
"Itu berarti saya akan melanjutkan pekerjaan saya sebagai presiden Dewan Eropa hingga dilantik sebagai anggota Parlemen Eropa pada 16 Juli," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertemuan Dewan dijadwalkan setelah pemilihan parlemen, dan "saat ini Dewan harus memutuskan kapan penerus saya akan mengambil alih jabatan tersebut", kata Michel.
Viktor Orban
Langkah ini mendapat kritik keras, bahkan dari pihaknya sendiri, karena menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang akan mengambil alih posisi Michel.
Berdasarkan prosedur UE, pemimpin nasional negara yang memegang jabatan presiden bergilir UE akan mengambil peran tersebut hingga pemilu November.
Tokoh tersebut adalah Viktor Orban, seorang nasionalis Hongaria, satu-satunya pemimpin Uni Eropa yang mempertahankan hubungan dekat dengan Kremlin setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Michel mengatakan menurutnya prosedur standar dapat diubah melalui pemungutan suara mayoritas sederhana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!