Prabowo Buka Konferensi Ke-19 PUIC
📅 Kamis, 15 Mei 2025, 01:05 WIB | Oleh: Eko S
Doc: istimewa
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto membuka Konferensi Ke-19 Uni Parlemen Negara Anggota OKI atau Parliamentary Union of the OIC (PUIC) Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5) malam.
Seperti dikutip dari Antara, di atas panggung kehormatan, Presiden Prabowo menabuh alat musik tradisional Sumatera Barat gendang tabuik bersama Ketua DPR sekaligus Presiden Ke-19 PUIC Puan Maharani dan Ketua DPR Pantai Gading sekaligus Presiden Ke-18 PUIC Adama Bictogo, sebagai simbol resmi dibukanya Konferensi Ke-19 PUIC di Jakarta.
Ketiganya menabuhkan gendang itu dengan alat pemukul bersama-sama, yang kemudian disambut dengan riuh tepuk tangan ratusan delegasi dan puluhan negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada malam hari ini, hari Rabu 14 Mei 2025, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, membuka The 19th Session of the Conference of the Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) and Related Meetings," kata Prabowo sebelum menabuh gendang.
Selepas itu, Presiden Prabowo menyalami Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua DPR Pantai Gading Adama Bictogo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Prabowo membuka Konferensi Ke-19 PUIC di Jakarta setelah berpidato di hadapan 400 lebih delegasi dari 38 negara anggota dan 10 negara pengamat (observer) di Gedung Nusantara, Rabu malam.
Dalam pidatonya, Presiden menekankan pentingnya peran PUIC yang terbentuk sejak 1999, terutama di tengah situasi global yang saat ini menghadapi polarisasi dan berbagai ketidakpastian.
Presiden juga membicarakan keteladanan tokoh-tokoh Islam dan kembali menyuarakan pentingnya bersatu membela kemerdekaan rakyat Palestina.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Indonesia akan terus berdiri bersama Palestina. Perjuangan ini akan semakin kuat apabila kita, dunia Islam, negara-negara Islam yang mewakili seperempat umat manusia bisa bersatu. Marilah kita atasi perbedaan kita! Marilah kita atasi kecurigaan kita! Marilah kita atasi rivalitas di antara kita! Marilah kita lihat hal-hal yang penting yaitu keselamatan umat Islam. Marilah kita melihat masa depan peradaban Islam," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya.
Presiden kemudian juga menyinggung pentingnya mewujudkan pemerintahan yang bersih, dan perdamaian yang abadi.
"Walaupun kita ingin perdamaian, kalau kita lemah, mungkin ada pihak-pihak yang tidak ingin perdamaian, mungkin ada pihak-pihak yang melihat kalau kita lemah, kita bisa dijajah kembali. Kita bisa disuruh-suruh sebagai bangsa pion, bangsa budak, bangsa kacung," kata Presiden.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo menyerukan negara- negara anggota OKI untuk bersatu.
“Mari kita satukan langkah! Kita hidupkan kembali semangat-semangat tokohtokoh besar kita. Kita buktikan bahwa Islam hadir sebagai rahmat bagi semesta alam. Marilah kita merapatkan barisan kita, melangkah ke depan dalam persatuan,” kata Presiden.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!