Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Port Royal', Kota Bajak Laut yang Tenggelam

📅 Jumat, 12 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh:
“Port Royal', Kota Bajak Laut  yang Tenggelam Doc: afp/ MLADEN ANTONOV

Kota kecil Port Royal pernah disebut sebagai "kota paling jahat di dunia". Pada abad ke-17, kota ini menjadi pusat aktivitas bajak laut dan tempat segala tindak kriminal hidup subur, meski tidak lama kemudian lenyap akibat gempa bumi dan tsunami.

Port Royal di selatan Jamaika merupakan sebuah kota kecil. Luasnya hanya 52 hektare, letaknya di ujung Palisadoes, di muara Pelabuhan Kingston, tenggara negara itu. Didirikan pada 1494 oleh Spanyol dengan namaCaguay or Caguaya, kota ini pernah menjadi kota terbesar di Karibia.

Letaknya yang strategis dari Eropa menuju negeri jajahan menjadikannya sebagai pusat pelayaran dan perdagangan di Laut Karibia pada paruh kedua abad ke-17. Namun daratan berupa tanjung yang terhubung ke pulau ini kemudian menjelma menjadi "kota paling jahat di dunia" karena tempat ini menjadi basis bajak laut atau perompak, para pemburu harta karun, musuh angkatan laut Spanyol dan penjarahan.

Sebagai kota pelabuhan, kota ini terkenal karena kekayaannya yang mencolok dan moral yang longgar. Itu adalah pelabuhan populer bagi paraprivateeryaitu orang pribadi atau kapal yang terlibat dalam perang maritim di bawah suatu komisi perang.

Mereka disponsori Inggris dan Belanda untuk menjarah harta kapal dagang Spanyol selama abad ke-17, pada saat negara-negara kecil Eropa enggan menyerang Spanyol secara langsung. Ketika itu, negeri di semenanjuang Iberia sangat perkasa di kawasan dibandingkan aktor kolonial lain dari Eropa.

Ketika pemerintah-pemerintah tersebut meninggalkan praktik penerbitan surat merek kepada swasta terhadap armada dan harta benda Spanyol di akhir abad ke-16, banyak awak kapal yang berubah menjadi bajak laut. Mereka terus menggunakan kota ini sebagai basis utama mereka selama abad ke-17.

Bajak laut dari seluruh dunia berkumpul di Port Royal yang memiliki aturan hukum yang longgar. Mereka datang dari berbagai kawasan di dunia mulai dari perairan di sekitar Port Royal hingga Madagaskar, hingga menjadikan Port Royal sebagai surga kejahatan.

Namun kemewahan pelabuhan terkaya di Hindia Barat ini berakhir dengan cepat. Tepat pada tanggal 7 Juni 1692, Port Royal dilanda gempa bumi hebat. Hanya dalam beberapa menit, dua pertiga kota (33 hektare) tenggelam ke laut, 1.600 orang tewas dan 3.000 luka berat. 3.000 orang lainnya meninggal beberapa hari setelah gempa karena cedera dan penyakit.

Saat ini di petaGoogle Maps, di perairan sebelah barat pulau terdapat titik yang dinamai dengan "Sunken Pirate City" atau kota bajak laut yang tenggelam. Hal ini membuat kota ini menjadi salah satu situs arkeologi terpenting di Karibia.

Sejarah Kolonialisme

Dalam sejarahnya, Port Royal pertama kali diduduki oleh suku Indian Taino. Meskipun tidak jelas apakah mereka menetap di daerah itu atau tidak, namun diketahui bahwa mereka menggunakan tempat itu selama ekspedisi memancing. Setelah itu penjajahan Spanyol di Jamaika membuat wilayah ini berada di bawah kendali Spanyol.

Pada 1654, ekspedisi Inggris di bawah pimpinan Robert Venables dan William Penn dikirim oleh Oliver Cromwell berusaha untuk merebut pulau yang lebih besar di sebelah baratnya dengan nama Hispaniola (sekarang Haiti) dari penguasaan Spanyol. Usaha itu dapat digagalkan Spanyol.

Karena wilayah tersebut memiliki pelabuhan yang besar dan terlindungi dari ombak, serta memiliki perairan dalam yang dekat dengan pantai, Port Royal segera menjadi pusat perdagangan penting di Karibia. Tidak lama kemudian menjadi pelabuhan tersibuk dan terkaya di Hindia Barat.

Karena posisinya yang strategis di jalur perdagangan antara Dunia Baru tempat negeri jajahan belanda dan Spanyol, Port Royal adalah tempat yang sangat menarik bagi bajak laut yang ingin menjadiprivateeryang sah. Salah satuprivateerpaling terkenal dan sukses di Port Royal adalah Henry Morgan, yang akhirnya menjadi Letnan Gubernur Jamaika.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.