Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Petugas Turunkan Alat Berat untuk Bersihkan Longsor dari Jalan Raya Wisata Sembalun  

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 12:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petugas Turunkan Alat Berat untuk Bersihkan Longsor dari Jalan Raya Wisata Sembalun   Doc: ANTARA
Ket. Alat berat yang diturunkan untuk membersihkan material longsor di jalan raya Pusuk Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB, Minggu (25/01/2026).

LOMBOK TIMUR– Petugas gabungan menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor dari jalan raya wisata Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memperlancar arus lalu lintas para pengunjung.

"Tetap hati-hati bagi wisatawan yang akan berlibur ke Sembalun, akibat intensitas hujan terus menerus tanah longsor kembali terjadi di jalan raya Pusuk Sembalun," kata Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nicolas Osman, di Lombok Timur, Minggu (25/1).

Bencana alam tanah longsor akibat cuaca ekstrem pada Sabtu malam tersebut mengakibatkan arus transportasi sempat macet. Warga bersama anggota TNI-Polri bergotong royong membersihkan material yang menutupi bahu jalan, menggunakan peralatan manual seperti sekop dan cangkul.

Untuk mengembalikan kondisi jalan agar normal sepenuhnya, pihak kepolisian berkoordinasi dengan Balai Penanganan Jalan Nasional (BPJN) untuk meminta bantuan alat berat agar segera dikirim ke lokasi guna membersihkan sisa material longsoran.

"Hari ini kondisi jalan sudah bersih dari material yang menutupi bahu jalan," katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat pada musim penghujan wilayah Sembalun Lombok Timur memiliki potensi tinggi terjadinya bencana alam seperti tanah longsor dan pohon tumbang.

"Tidak menutup kemungkinan potensi bencana alam berupa tanah longsor dan pohon tumbang masih dapat terjadi selama musim hujan,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, unsur Muspika Sembalun telah berkoordinasi dengan Pemda Lombok Timur untuk siagakan alat berat berupa ekskavator guna mempercepat penanganan apabila kembali terjadi longsor maupun pohon tumbang di wilayah tersebut.

"Alat berat tetap disiagakan untuk membersihkan material longsor jika terjadi kembali," katanya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat NTB untuk mewaspadai potensi hujan lebat di sekitar lereng Gunung Rinjani hingga Gunung Tambora pada Dasarian III Januari 2026 atau periode 21–31 Januari.

"Ada peluang hujan dengan intensitas lebih dari 150 milimeter per dasarian yang diprediksi terjadi di sekitar wilayah Sembalun, Bayan, Labuhan Badas, Pekat, dan Tambora," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB Suci Agustiarini.

Suci mengimbau masyarakat yang berada di kawasan lereng atau daerah dengan topografi curam untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometerologi.

Menurut dia, hujan intensitas tinggi berpotensi memicu bencana banjir hingga tanah longsor yang dapat membahayakan pemukiman dan merusak lahan-lahan pertanian.

"Saat ini wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian sedang memasuki periode puncak," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.