Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peta Persaingan Dompet Digital 2026: Apa E-Wallet Terpopuler Pilihan Gen Z?

📅 Senin, 23 Feb 2026, 19:25 WIB | Oleh:
Peta Persaingan Dompet Digital 2026: Apa E-Wallet Terpopuler Pilihan Gen Z? Doc: Ipsos
Ket. Executive Director Ipsos Indonesia, Andi Sukma dalam konferensi pers virtual pada hari Senin (23/2).

JAKARTA – Dompet digital (e-wallet) kini bukan sekadar alternatif metode pembayaran, melainkan telah berevolusi menjadi bagian dari gaya hidup finansial masyarakat. Industri ini memasuki fase baru dengan hadirnya ekosistem terpadu dalam satu aplikasi yang mampu memenuhi beragam kebutuhan transaksi digital.

Melalui studi terbaru Ipsos Indonesia bertajuk Digital Wallet Research 2026: User Behavior & Competitive Landscape, hasil riset menunjukkan dompet digital semakin terintegrasi dalam berbagai kebutuhan transaksi finansial harian, di mana mayoritas masyarakat menggunakan dompet digital untuk belanja online (86%), pembelian makanan dan minuman (77%), pembayaran tagihan rutin seperti listrik dan internet (69%), dan transfer ke rekening bank (68%).

Dalam momentum pertumbuhan yang pesat, terbuka ruang kompetitif bagi para pemain utama seperti ShopeePay, GoPay, DANA, dan OVO untuk menghadirkan inovasi berkelanjutan melalui ragam promo, penguatan fitur, serta pengembangan ekosistem layanan yang relevan dengan kebutuhan transaksi digital masyarakat.

Di antara para pemain dompet digital di Indonesia, yakni ShopeePay, GoPay, DANA, dan OVO, ShopeePay menduduki peringkat pertama pada indikator utama. Adapun indikatornya antara lain adalah:

1.       Indikator merek yang paling pertama diingat atau Top of Mind, 41% responden memilih ShopeePay, disusul dengan DANA (26%), GoPay (23%), OVO (8%), dan lainnya (2%).

2.       Indikator dompet digital yang digunakan dalam 3 bulan terakhir, ShopeePay menduduki peringkat paling tinggi dengan persentase 91%, disusul dengan GoPay (67%), DANA (67%), dan OVO (44%).

3.       Indikator jumlah frekuensi transaksi menggunakan dompet digital per bulan, responden rerata melakukan 23 kali transaksi per bulan menggunakan ShopeePay, disusul oleh OVO, GoPay, dan DANA.

Executive Director Ipsos Indonesia, Andi Sukma, mengatakan bahwa peta persaingan dompet digital di tahun 2026 telah berevolusi dari sekadar meningkatkan awareness menjadi perlombaan pengembangan ekosistem digital dalam satu aplikasi.

“Riset terbaru Ipsos menunjukkan bahwa preferensi pengguna kini berakar pada keamanan sistem dan kedalaman integrasi layanan. Bukan lagi soal siapa yang paling dikenal, melainkan siapa yang paling mampu hadir di setiap titik sentuh kehidupan finansial masyarakat secara mulus yang terintegrasi,” ujar dia dalam konferensi pers virtual pada hari Senin (23/2).

Tren Perilaku Pengguna dalam Memilih Dompet Digital Dengan semakin luasnya pemanfaatan dompet digital untuk beragam kebutuhan, preferensi pengguna menjadi aspek krusial dalam menentukan pilihan dompet digital. Riset terbaru Ipsos mengungkapkan sejumlah faktor utama yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih dompet digital, adapun persebaran preferensinya adalah:

Promosi yang menarik Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, promosi menjadi kunci utama dalam mendorong intensitas transaksi menggunakan dompet digital. Dalam riset ini dipaparkan, dari beragam promo yang ditawarkan, gratis biaya admin (79%), cashback (71%), dan diskon atau potongan harga (66%) menjadi tiga promo dompet digital terfavorit responden. Aspek promosi merupakan instrumen penting, tidak hanya dalam meningkatkan daya tarik tetapi juga memperkuat loyalitas pengguna dompet digital.

Riset Ipsos ini mengungkapkan, ShopeePay menjadi merek dompet digital yang dinilai paling banyak memberikan gratis biaya admin dengan persentase 56%, diikuti dengan DANA, GoPay, dan OVO. Selain gratis biaya admin, riset ini memperlihatkan bagaimana cashback juga menjadi salah satu promosi yang paling menarik dalam ekosistem dompet digital karena memberikan manfaat yang terasa langsung dan instan bagi pengguna.

Posisi ShopeePay semakin diperkuat dengan kedudukannya di peringkat satu sebagai dompet digital yang dinilai pengguna menawarkan promo cashback paling sering dengan persentase 63%, diikuti dengan GoPay, DANA, dan OVO. Selain itu, pada aspek diskon atau potongan harga juga dimenangkan oleh ShopeePay (65%), disusul GoPay, DANA, dan OVO.

Terintegrasi dengan aplikasi Industri tidak lagi semata-mata bertumpu pada promo. Dari riset ini terlihat, kompetisi nyatanya tidak hanya terjadi di level promo, tetapi juga upaya-upaya dalam membangun asosiasi merek yang kuat di benak konsumen melalui berbagai aspek. Dompet digital yang terhubung dengan platform e-commerce serta layanan digital lainnya memiliki peluang lebih besar untuk digunakan secara berulang. Mengacu pada hasil survei ini, ShopeePay merupakan dompet digital yang paling sering digunakan untuk transaksi online dengan persentase 68%, diikuti dengan GoPay (17%), DANA (10%), dan OVO (2%).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.