Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS Catat Kelompok Makanan dan Minuman Picu Inflasi Maret

📅 Rabu, 01 Apr 2026, 19:05 WIB | Oleh:
BPS Catat Kelompok Makanan dan Minuman Picu Inflasi Maret Doc: RRI/Magdalena Krisnawati
Ket. Kepala Badan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi bulan Maret secara bulanan sebesar 0,41 persen. Sedangkan secara tahunan, inflasi Maret 2026 tercatat sebesar 3,48 persen.

Secara bulanan, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,50 pada Februari, menjadi 110,95 pada Maret 2026. Inflasi Maret 2026 menurun dibandingkan bulan yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 1,65 persen.

Inflasi Maret 2026 secara bulanan dipicu oleh kenaikan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau. "Inflasi kelompok ini sebesar 1,07 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,32 persen," kata Kepala Badan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, Rabu (1/4).

Menurut dia, komoditas yang dominan mendorong inflasi dari kelompok ini adalah ikan segar, daging ayam ras, beras, telur ayam ras. Lalu komoditas cabai rawit, minyak goreng serta daging sapi.

Di sisi lain, terdapat komoditas yang memberikan andil deflasi pada Maret 2026. Diantaranya tarif angkutan udara dan komoditas emas perhiasan, masing-masing andilnya sebesar 0,03 persen.

Berdasarkan komponennya, inflasi pada Maret 2026 utamanya didorong oleh inflasi komponen bergejolak dengan andil inflasi sebesar 0,27 persen. Komponen inti memberikan andil inflasi 0,08 persen dan komponen harga diatur pemerintah memberikan andil inflasi 0,06 persen.

Sementara menurut wilayah, pada Maret 2026 secara bulanan terjadi inflasi di 34 provinsi di Indonesia. Sedangkan 4 provinsi lainnya mengalami deflasi

Inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan sebesar 2,57 persen. Adapun deflasi terdalam terjadi di Maluku sebesar 0,75 persen.

Inflasi bukan Maret 2026 secara tahunan tercatat sebesar 3,48 persen. Penyumbang utama inflasi tahunan adalah kelompok perumahan, air, listrik,dan bahan bakar rumah tangga dengan andil inflasi sebesar 1,08 persen.

Komoditas penyumbang utama inflasi tahunan di bulan Maret diantaranya adalah tarif listrik dan biaya sewa rumah . Tarif listrik kembali memicu inflasi karena tarif listrik sudah kembali normal setelah diberi diskon sebesar 50 persen pada Januari dan Februari 2026. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.