Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pesona Batik Tak Terbantahkan, Menteri Pariwisata Dukung Promosi Global

📅 Kamis, 20 Mar 2025, 15:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pesona Batik Tak Terbantahkan, Menteri Pariwisata Dukung Promosi Global Doc: ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata
Ket. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana belajar membuat batik di Rumah Batik Komar di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Rabu (19/3/2025).

JAKARTA – Batik adalah seni tekstil khas Indonesia yang dibuat dengan teknik pewarnaan kain menggunakan malam (lilin) sebagai perintang warna. Kata ‘batik’ berasal dari bahasa Jawa, yaitu ‘amba’ (menulis) dan ‘titik’ (titik atau motif).

Pada 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Indonesia, menjadikannya salah satu kebanggaan nasional.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendukung upaya promosi batik sebagai daya tarik wisata yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah.

"Keindahan wastra Nusantara sudah dikenal luas dan banyak mendapat pengakuan dunia. Kementerian Pariwisata akan terus berkolaborasi untuk mempromosikan keindahan batik Nusantara, sehingga menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Kamis (20/3).

Dalam kunjungan kerjanya di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Rabu (19/3), Menteri Pariwisata antara lain mengunjungi Rumah Batik Komar, yang selain menampilkan koleksi batik juga menawarkan pengalaman mempelajari batik kepada wisatawan.

"Rumah Batik Komar adalah tempat di mana wisatawan yang datang ke Bandung untuk berbelanja oleh-oleh, khususnya batik. Saya juga berkesempatan belajar membatik, dan ini jadi pengalaman yang sangat menarik tentunya bagi wisatawan," katanya.

Rumah Batik Komar didirikan oleh Komarudin Kudiya, seorang akademisi sekaligus perajin batik tradisional.

Tempat itu menyajikan lebih dari 10 ribu sketsa desain batik dalam bentuk dokumen fisik dan digital bagi siapa saja yang berminat mempelajari batik.

Rumah Batik Komar juga menyimpan lebih dari 4.000 desain cap batik, yang disusun rapi dalam rak dengan kode inventaris berdasarkan jenis dan bentuk cap.

Selain itu, Rumah Batik Komar memiliki 150 desain batik yang telah mendapatkan sertifikat hak cipta dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, termasuk di antaranya motif Angklung dan Kutilang Cigadung, motif Lauk Mas Alam Endah, dan motif Lauk Kumpal Beriring.

Lebih dari 50 judul buku tentang batik, layanan tur proses membatik, kelas sejarah batik, serta layanan belajar membuat batik tulis dan batik cap yang disediakan di Rumah Batik Komar.

Tenaga pengajar bersertifikat di Rumah Batik Komar akan membantu pengunjung mengenal batik dan mempelajari proses pembuatannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.