Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Jayawijaya: Sekolah Adat Jaga Eksistensi Nilai Budaya

📅 Minggu, 15 Jun 2025, 23:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Jayawijaya: Sekolah Adat Jaga Eksistensi Nilai Budaya Doc: ANTARA
Ket. Bupati Jayawijaya Atenius Murib diwawancarai sejumlah wartawan di Wamena.

WAMENA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan, menyatakan sekolah adat mampu menjaga eksistensi nilai-nilai budaya masyarakat adat di daerah setempat.

Pemkab Jayawijaya melalui Dinas Pendidikan meresmikan sekolah adat di Distrik Walelagama guna memberikan kesempatan generasi muda untuk mempertahankan nilai-nilai budaya masyarakat Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya.

Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, saat dihubungi di Wamena, Minggu (15/6), menjelaskan peranan penting sekolah adat dalam menjaga nilai-nilai budaya masyarakat Papua Pegunungan, khususnya Lembah Baliem.

“Di sekolah-sekolah adat akan diajarkan bagaimana generasi muda dapat mempertahankan nilai-nilai budaya, salah satunya dengan berbahasa Dani di setiap aktivitas proses belajar mengajar,” katanya.

Menurut dia, kehadiran sekolah adat di Distrik Walelagama menjadi acuan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal melalui pendidikan resmi.

“Kami akan minta ke Dinas Pendidikan untuk memberikan perhatian yang lebih terhadap eksistensi sekolah adat di Walelagama, dan kalau bisa ke depan sekolah adat dapat hadir di distrik lainnya,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso mengatakan sekolah adat bertujuan menjaga eksistensi masyarakat adat dalam mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal di daerah itu.

“Informasi yang kami ketahui bahwa sekolah adat ini akan menawarkan berbagai kegiatan, seperti PAUD/TK dan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), Sekolah Minggu, lapak baca, seni tari, seni lukis, kerajinan tangan, bahasa daerah, dan bahasa asing,” katanya.

Dia berharap, sekolah adat dapat terus bertumbuh di 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya sehingga generasi muda setempat dapat menjaga kesakralan nilai-nilai luhur adat istiadat Lembah Baliem itu.

“Kami akan terus memberikan dukungan terhadap keberadaan sekolah adat sehingga dapat menjadi suatu nilai positif dalam pengembangan pendidikan yang berkearifan lokal,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Harga Pangan: Harga Komodit...
Nasional
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Pi...

AISMOLI: Kenaikan Harga BBM Peluang Percepatan Adopsi EV

55 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
AISMOLI: Kenaikan Harga BBM...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.