Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perusahaan-perusahaan Ini Makin Kuat Usai Merger Menurut Indef

📅 Selasa, 24 Des 2024, 13:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perusahaan-perusahaan Ini Makin Kuat Usai Merger Menurut Indef Doc: Antara
Ket. XL Axiata, Smartfren dan SmartTel umumkan merger strategis sebesar 104 Triliun

JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman merinci daftar perusahaan yang makin menguat usai melakukan merger dan akuisisi (M&A).

Menurutnya, merger dan akuisisi merupakan langkah strategis yang umum dilakukan oleh perusahaan di dunia usaha. Dengan tujuan yang jelas dan komitmen bersama, kebijakan merger bisa menjadi cara yang efektif untuk memperkuat posisi pasar.

“Pada dasarnya, M&A adalah respons logis terhadap perubahan dan tuntutan pasar yang terus berkembang,” kata Rizal di Jakarta, Selasa (24/12).

Secara historis, perusahaan melakukan M&A dalam dua situasi yang berbeda. Pertama, ketika ekonomi sedang mengalami kesulitan. Kedua, ketika perusahaan memiliki kondisi keuangan yang sangat baik.

Salah satu contoh adalah akuisisi yang dilakukan oleh Xing Wang Group terhadap PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM) pada masa pandemi Covid-19.

Perubahan kepemilikan saham di DH Corporation Ltd, yang sebelumnya dimiliki oleh Hadrian Sridjaja, membuka peluang bagi Xing Wang Group untuk mengambil alih bisnis tersebut dan memperluas operasi mereka di Indonesia.

Laporan keuangan TDPM per 31 Desember 2020 menyebut, bahwa DH Corporation Ltd atau yang dahulu bernama Royal Chemie Corporation Limited ini merupakan entitas induk langsung dari TPDM.

Efektif hingga 31 Januari 2024, DH Corporation Ltd masih menggenggam 7,60 miliar saham TDPM. Jumlah tersebut mewakili 72,50 persen dari total modal perseroan. Adapun investor publik atau masyarakat menguasai 27,50 persen atau sebanyak 2,88 miliar.

Rizal menambahkan bahwa meskipun peningkatan profit menjadi tujuan utama, M&A juga sering dilakukan untuk tujuan strategis lainnya, seperti mendapatkan teknologi baru, memperluas pasar, atau mendiversifikasi bisnis untuk mengurangi risiko.

Langkah ini sangat penting untuk menjaga stabilitas jangka panjang perusahaan, sehingga merger tidak hanya bertujuan untuk mencari keuntungan, tetapi juga untuk memastikan kelangsungan dan perkembangan perusahaan di tengah tantangan pasar yang dinamis.

Misalnya, merger antara Gojek dan Tokopedia yang membentuk entitas baru bernama GoTo.

GoTo kini menjadi ekosistem teknologi terbesar di Indonesia, dengan layanan yang mencakup transportasi, e-commerce, dan keuangan digital.

Dia berpendapat GoTo dapat menjadi bukti bahwa sinergi yang tepat dapat menciptakan nilai tambah yang besar, baik bagi perusahaan, konsumen, maupun perekonomian secara keseluruhan.

Dirinya juga mencatat bahwa pasca-pandemi, aktivitas M&A kembali meningkat. Perusahaan kini tidak hanya fokus pada bertahan, tetapi juga berupaya untuk berkembang melalui konsolidasi yang lebih strategis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.