Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peleburan Pelita Air dengan Garuda Indonesia Ditolak

📅 Jumat, 12 Sep 2025, 15:10 WIB | Oleh:
Peleburan Pelita Air dengan Garuda Indonesia Ditolak Doc: Pelita Air
Ket. Pesawat Pelita Air sedang mendarat di sebuah bandara.

Peleburan Pelita Air Akan dengan Garuda Indonesia Ditolak

JAKARTA - Pelita Air dikabarkan akan mengalami spin off atau pelepasan anak perusahaan oleh Pertamina Group dan merger dengan Garuda Indonesia. Hal ini disampaikan Menurut Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri melalui rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, pada hari Kamis (11/9).

Menurut Simon, anak usaha Pertamina yang dilepas tersebut nantinya akan digabungkan dengan Garuda Indonesia yang berada di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Menanggapi isu merger ini, anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Abdul Hakim Bafaqih menyatakan ketidaksetujuannya pada keputusan Pertamina untuk melepaskan Pelita Air. 

“Saya menolak dengan keras upaya penggabungan Pelita dengan Garuda. Kalau memang mau di spin-off, langsung dijadikan anak usahanya Danantara yaitu PT. Danantara Aset Manajemen. Jangan malah jadikan entitas dibawah Garuda dan melebur dengan Garuda,” tegasnya melalui keterangannya pada hari Jumat (12/9).

Abdul menegaskan bahwa Pelita Air sedang dalam kondisi yang baik dan apabila dilakukan merger berkemungkinan untuk mengalami kendala kedepannya. “Kalau ini memang mau ikut membantu menyelamatkan Garuda, take over aja Citilink-nya” ungkapnya.

Sebelumnya Pertamina berencana meleburkan anak usahanya, Pelita Air ke Garuda Indonesia (GIAA). Spin-off ini akan dilakukan di bawah koordinasi BPI Danantara. Simon menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan pelat merah yang memiliki lini bisnis sejenis bakal digabungkan.

Dia mencontohkan, maskapai Pelita Air bakal bergabung dengan Garuda Indonesia. Saat ini sedang dilakukan penjajakan awal untuk penggabungan dengan Garuda Indonesia. Demikian juga untuk sektor asuransi, sektor pelayanan kesehatan, dan hospitality.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Jarak Pandang Terbatas, Ban...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.