Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertumbuhan Inklusif Atasi Ketimpangan

📅 Senin, 11 Des 2023, 08:37 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pertumbuhan Inklusif Atasi Ketimpangan Doc: istimewa

JAKARTA - Ketimpangan antarwilayah harus segera dibenahi untuk mengejar target Indonesia emas pada 2045. Hingga saat ini, masalah distribusi pemerataan ekonomi dan konvergensi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) antardaerah masih menjadi tantangan utama perekonomian Indonesia.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa, mengakui ketimpangan ekonomi antarwilayah memang masih menjadi masalah di Indonesia. Ini telah terjadi sejak lama dan belum tuntas penanganannya hingga saat ini.

Makanya, menurut dia, perlu didorong pertumbuhan secara inklusif dan berkelanjutan agar tercipta pemerataan antarwilayah tersebut.

Pertumbuhan inklusif menuntut partisipasi bagi semua pihak agar turut andil dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, ketika perekonomian tumbuh maka kemiskinan, ketimpangan, dan pengangguran akan menurun.

"Pertumbuhan itu ditopang oleh ekonomi rakyat (UMKM) dan koperasi serta ramah lingkungan melalui pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru (maritim)," paparnya kepada Koran Jakarta, Minggu (10/12).

Awan berpandangan ekonomi kalangan bawah memang harus dirangsang agar tumbuh sehingga mereka bisa berkontribusi mengatasi masalah ketimpangan ekonomi antardaerah.

Dari Malang, Jawa Timur, Dosen Komunikasi Politik Universitas Bina Nusantara (Binus) Malang, Frederik M Gasa, mengatakan salah satu elemen penting dalam pemerataan ekonomi dan konvergensi PDRB adalah willingness dari pemangku jabatan tertinggi di daerah.

Menurut dia, proses pemerataan tentu tidak bisa hanya dipandang hanya dari satu sisi yakni komitmen pemerintah pusat untuk daerah, tetapi juga menyangkut sinergitas dan kesadaran bersama.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Lebih menarik lagi karena pada akhirnya isu pemerataan mungkin akan dijadikan sebagai komoditas rutin lima tahunan bagi para pihak yang ingin memanfaatkan momentum ini," tegas Frederik ketika dihubungi.

Soal pemerataan ekonomi, lanjutnya, ditentukan oleh banyak aspek dan kemampuan pemimpin. Urusan ini bukan semata urusan pusat, namun daerah pun harus berbenah. "Pemanfaatan dan pengoptimalan sumber daya alam (SDA) dan manusia (SDM), di daerah jadi syarat mutlak agar pemerataan bukan lagi utopis sifatnya," tegas Frederik.

Upaya pemerintah selama ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru yang bermula dari daerah adalah upaya yang positif dan penting untuk diteruskan.

Frederik menilai Indonesia harus dipandang dari kacamata beragam. Antara satu wilayah dengan wilayah lain tentu pendekatannya berbeda.

Pembangunan Infrastruktur

Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara, dalam Regional Chief Economist Forum di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/12), menyoroti timpangnya distribusi pemerataan ekonomi dan konvergensi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

11 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.