Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Pembangunan Berkelanjutan, BKKBN Promosikan KB sebagai Metode Jaga Pertumbuhan Penduduk Indonesia

📅 Jumat, 17 Mar 2023, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Pembangunan Berkelanjutan, BKKBN Promosikan KB sebagai Metode Jaga Pertumbuhan Penduduk Indonesia Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Sejumlah delegasi mengunjungi pos pelayanan KB untuk melihat secara langsung proses pemasangan KB dari konseling hingga pemilihan alat kontrasepsi (16/3/2023).

Simalungun - Perkuat pembangunan berkelanjutan. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mempromosikan program KB pada para delegasi kedutaan besar sebagai metode untuk menjaga pertumbuhan penduduk Indonesia tetap seimbang dan berkualitas.

"Sebagai peraih United Nations Population Award 2022 dan menjadi panutan bagi banyak negara dalam melaksanakan KB, kependudukan dan pembangunan keluarga, BKKBN bertujuan mengundang misi diplomatik dan organisasi internasional," kata Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan BKKBN Muhammad Rizal M. Damanik dalam kunjungannya ke Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis.

Damanik menuturkan bahwa keluarga berencana merupakan investasi seumur hidup yang dapat diartikan sebagai harga dari risiko kesehatan dan edukasi yang berkurang. Hal ini dapat memancing pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam kunjungan ke Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Sait Buttu, Saribu di Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, para delegasi melihat langsung cara pemakaian alat kontrasepsi berupa suntik dan implan.

Sambil menemani para delegasi, Damanik menjelaskan bahwa Indonesia telah berhasil menjaga pertumbuhan populasi. Hal ini bisa dilihat dari penurunan yang stabil pada angka kesuburan total (TFR) telah ditunjukkan secara signifikan oleh setengahnya selama 1967 dan 1994.

Upaya penurunan TFR memang sempat terhenti hingga 2012 yang mencapai 2.6 dan perlahan makin berkurang menjadi 2.4 pada tahun 2017 dan 2.1 pada tahun 2022. Penerapan tren TFR yang makin konsisten dengan penggunaan kontrasepsi. Konsistensi tersebut membuktikan keberhasilan program Bangga Kencana dalam menggencarkan penggunaan KB.

Penurunan tersebut, kata dia, telah berhasil memperlambat pertumbuhan penduduk.Hal ini ikut mengurangi pengaruhnya terhadap layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, kemudian membawa perbaikan dalam standar hidup.

"Secara makro, penurunan fertilitas menghasilkan efek ekonomi makro yang disebut bonus demografi," katanya.

Menurut Damanik, hal itu membuka potensi Indonesia memanfaatkan bonus demografi, baik secara nasional maupun regional.

"Membangun sumber daya manusia Indonesia merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045. Untuk itu, target Generasi Emas 2045 harus dipersiapkan sedini mungkin agar Indonesia dapat memenuhi peluang emas tersebut," katanya.

Program KB kini juga disebarkan melalui berdirinya Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dengan pendekatan keluarga, yang dikaitkan dengan upaya pencegahan stunting pada anak dalam rangka mengatur jarak kelahiran dan kehamilanguna meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Dengan menyelaraskan kegiatan lintas sektor, Damanik meyakini Kampung KB dapat membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, terutama ketika inisiatif ini menargetkan wilayah yang tepat dan secara efektif dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, salah satunya kebutuhan pasangan untuk mengikuti program KB dalam merencanakan kelahiran yang sehat.

Damanik berharap kunjungan itu memberikan kesempatan yang luas pada pemangku kepentingan dan rekan internasionaluntuk menyampaikan wawasan dan dukungan dalam pengimplementasian program Bangga Kencana di tiap tingkatan desa yang berbeda.

"Kami ingin mengeksplorasi potensi kerja sama dalam mengimplementasikan program Bangga Kencana di tiap tingkatan desa, juga memperkuat kerja sama antara BKKBN dengan misi diplomatik dan organisasi internasional," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.