Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pawai Ogoh-Ogoh Bakal Rutin Digelar, Kupang Siap Punya Daya Tarik Wisata Baru

📅 Kamis, 19 Mar 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pawai Ogoh-Ogoh Bakal Rutin Digelar, Kupang Siap Punya Daya Tarik Wisata Baru Doc: ANTARA/Yoseph Boli Bataona
Ket. Para peserta mengarak ogoh-ogoh saat pawai menjelang Hari Raya Nyepi di Kupang, NTT, Selasa (18/3/2026).

KUPANG – Menjadikan atraksi budaya sebagai agenda tahunan wisata bukan sekadar soal meramaikan kalender event, tapi juga strategi jangka panjang untuk menjaga identitas sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Ketika sebuah atraksi digelar rutin setiap tahun, ia punya peluang lebih besar untuk dikenal luas, membangun loyalitas pengunjung, dan masuk dalam perencanaan perjalanan wisatawan.

Dari sisi ekonomi, konsistensi ini penting. Pelaku usaha—mulai dari UMKM, penginapan, hingga transportasi—bisa lebih siap menyambut lonjakan pengunjung karena sudah punya pola yang jelas setiap tahunnya. Dampaknya bukan cuma sesaat, tapi bisa menciptakan siklus ekonomi yang berulang dan lebih stabil.

Di sisi lain, agenda tahunan juga membantu pelestarian budaya itu sendiri. Atraksi yang terus dipentaskan akan tetap hidup, diwariskan, dan relevan bagi generasi muda.

Tanpa ruang tampil yang rutin, banyak tradisi berisiko perlahan hilang atau hanya muncul sesekali tanpa dampak berarti.

Intinya, konsistensi adalah kunci. Dengan menjadikan atraksi budaya sebagai agenda tahunan, daerah tidak hanya menawarkan hiburan, tapi juga membangun cerita, identitas, dan daya tarik yang berkelanjutan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyebutkan pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi dapat menjadi agenda tahunan wisata di wilayah tersebut.

“Kami berharap kegiatan ini juga bisa menjadi wisata religi dan agenda tahunan, sehingga berdampak pada wisata Kota Kupang,” kata Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo di Kupang, Rabu (19/3).

Hal itu ia sampaikan di sela-sela kegiatan upacara tawuran keuangan dan pawai ogoh-ogoh yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang.

“Tadi saya lihat ada turis juga, ada wisatawan dari luar. Ke depan harapannya bisa lebih ramai menyaksikan pawai ogoh-ogoh,” katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut turut berdampak positif bagi pelaku UMKM lokal karena mendorong peningkatan aktivitas belanja masyarakat yang turut menonton pawai ogoh-ogoh.

Ia juga menilai pawai ogoh-ogoh sebagai simbol keberanian untuk melawan dan memusnahkan sifat-sifat buruk manusia, seperti amarah, keserakahan, ego, dengki, dan kebencian.

“Bagi saya kegiatan memiliki makna yang mendalam. Kita bukan hanya memusnahkan sebuah patung, tetapi juga melawan dan memusnahkan sifat-sifat buruk yang ada dalam diri kita,” ujarnya.

Christian juga berharap Hari Raya Nyepi yang akan dirayakan dapat menjadi momentum bagi para umat setempat untuk menemukan makna hidup melalui keheningan serta refleksi diri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.