Perkuat Investasi Hijau untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan, BP Taskin Lantik Birokrat Asal Lampung Zaidirina sebagai Deputi
📅 Senin, 02 Jun 2025, 16:40 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: istimewa
JAKARTA - Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) mendorong penerapan investasi hijau atau green investment sebagai pendekatan strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di berbagai daerah.
Untuk memperkuat kebijakan tersebut, BP Taskin melantik dua deputi baru yakni Zaidirina dan Novrizal Tahar. Zaidirina dilantik sebagai Deputi Bidang Percepatan Fasilitasi dan Perlindungan Kesejahteraan BP Taskin. Sebelumnya, dia merupakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung.
Adapun Novrizal dilantik sebagai Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas dan Penyediaan Akses BP Taskin.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko di Aula Kantor BP Taskin, Menteng, Jakarta, Senin, dan dihadiri sejumlah pejabat kementerian dan lembaga terkait.
Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa pendekatan ekonomi hijau perlu menjadi prioritas dalam kebijakan pengentasan kemiskinan karena menyatukan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Selama ini, isu lingkungan sering terpinggirkan dalam agenda pengentasan kemiskinan. Padahal, green economy bisa menjadi jalan keluar dari kemiskinan struktural, krisis ekonomi, hingga kerusakan lingkungan,” ujar Budiman saat ditemui seusai pelantikan.
Ia mengungkapkan bahwa BP Taskin terus mendorong skema investasi hijau dalam setiap audiensi dengan pemerintah daerah. Salah satu contoh datang dari Kabupaten Kuningan yang secara terbuka menawarkan model green investment untuk mendukung program percepatan pengentasan kemiskinan itu.
“Kalau ini sukses, bisa jadi contoh bagi pemerintah daerah lain bahwa pendekatan green investment tidak hanya menarik investor, tapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Budiman menambahkan bahwa pelantikan dua deputi baru di BP Taskin, yakni Novrizal Tahar dan Zaidirina, semakin memperkuat arah kebijakan tersebut. Novrizal dikenal berpengalaman di bidang pengelolaan sampah dan konservasi lingkungan, sementara Zaidirina memiliki rekam jejak panjang di bidang pemberdayaan masyarakat desa.
“Dua deputi baru kami berlatar belakang lingkungan dan pemberdayaan desa. Ini penting agar strategi pengentasan kemiskinan menyatu dengan aspek konservasi lingkungan dan pemanfaatan teknologi tepat guna,” kata Budiman.
Kedua deputi akan bertugas memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta mempercepat pelaksanaan program di lapangan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan komunitas akar rumput. Langkah ini diharapkan menghasilkan intervensi yang lebih terarah dan berdampak langsung terhadap kelompok rentan.
BP Taskin menilai investasi hijau mampu menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan, meningkatkan produktivitas lahan, serta mengurangi risiko bencana akibat degradasi lingkungan. Pendekatan ini juga membuka ruang bagi kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil dalam menanggulangi kemiskinan secara terpadu.
Hal itu sebagaimana hasil tinjauan langsung tim BP Taskin ke daerah yang mendapatkan mayoritas kantung-kantung kemiskinan itu masyarakatnya hidup berdampingan dengan permukiman yang kumuh, bantaran sungai dengan sistem tata kelola limbahnya masih belum baik, sanitasi yang buruk bahkan di pusat ibu kota kabupaten/provinsi.
"Yang jelas semua ini merupakan bagian dari rencana induk pengentasan kemiskinan nasional yang sedang kami susun bersama kementerian/lembaga terkait di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” tegas Budiman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!