Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Percepat Penuntasan Kasus Bandung Zoo! Kasihan, Hewan-hewan Mulai Stres

📅 Senin, 19 Jan 2026, 13:42 WIB | Oleh:
Percepat Penuntasan Kasus Bandung Zoo! Kasihan, Hewan-hewan Mulai Stres Doc: ist
Ket. bandung zoo

BANDUNG – Pengurus dan pengelola Bandung Zoo ribut ngotot-ngototan ego, dampaknya kepada binatang-binatang yang mulai stres. Sangat kasihan. Organisasi konservasi, Geopix, menemukan sejumlah satwa di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) mengalami stres akibat pengelolaan yang dinilai tak layak.

Senior Wildlife Campaigner Geopix Annisa Rahmawati meminta kepada pengelola dan pemerintah untuk memastikan pemenuhan kesejahteraan satwa sebelum kebun binatang dibuka kembali untuk publik.

“Temuan lapangan terkait dugaan kondisi stres pada orang utan, gajah, dan monyet hitam sangat mengkhawatirkan, memprihatinkan, dan tidak boleh diabaikan,” kata dia dalam keterangan diterima di Bandung, Senin.

Ia menegaskan pembukaan kembali Bandung Zoo harus didahului evaluasi menyeluruh oleh pengelola dan pemerintah. Menurutnya, keselamatan dan kesejahteraan satwa harus menjadi prioritas, terlebih di tengah konflik internal pengelolaan kebun binatang tersebut.

“Kami mendesak lembaga pengelola Bandung Zoo, Pemerintah Kota Bandung, serta Kementerian Kehutanan untuk tidak tergesa membuka kembali kebun binatang tanpa memastikan kondisi satwa dan standar pengelolaan benar-benar layak,” ujarnya.

Senior Biologist sekaligus Wildlife Curator Center for Orangutan Protection Indira Nurul Qomariah menyoroti kondisi salah satu gajah yang menunjukkan perilaku stereotip berupa gerakan berulang tanpa tujuan, yang merupakan indikator stres.

Perilaku tersebut, menurutnya, dapat dipicu oleh lingkungan yang tidak mendukung kesejahteraan satwa, seperti kurangnya interaksi sosial. Geopix menilai pembukaan kebun binatang di tengah indikasi gangguan kesejahteraan satwa berpotensi memperburuk kondisi satwa dan mencerminkan lemahnya tata kelola konservasi eks-situ di Indonesia.

Juru Bicara Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) Ully Rangkuti menegaskan bahwa sejak Agustus 2025, pengurus dan manajemen YMT di bawah pimpinan John Sumampauw tidak lagi berkegiatan secara fisik di kawasan Bandung Zoo.

Ia menjelaskan langkah tersebut merupakan bentuk kepatuhan dan penghormatan terhadap arahan Pemerintah Kota Bandung yang meminta agar hanya pihak-pihak yang memiliki tugas langsung terhadap perawatan satwa berada di lokasi kebun binatang.

“Sejak saat itu, keberadaan personel di Bandung Zoo difokuskan pada tenaga teknis yang menangani kesejahteraan satwa, yaitu keeper dan dokter hewan,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

38 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.