Penjualan Bayi di Bekasi Disayangkan
📅 Sabtu, 22 Jul 2023, 04:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
BEKASI - Aksi penjualan bayi di Bekasi karena tidak ada rencana matang dalam membangun rumah tangga. Sinyalemen ini dikemukakan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo. Dia menyatakan tidak adanya persiapan pasangan dalam membangun keluarga telah memicu seorang ibu rumah tangga di Bekasi tega menjual bayinya.
"Menurut saya, itu hanya fenomena dari ketidaksiapan membangun sebuah keluarga," kata Hasto, Jumat. Hasto menduga penyebab penjualan bayi tersebut disebabkan keluarga bersangkutan belum siap secara mental kedewasaan. Mereka belum mencapai kondisi ekonomi stabil. Hal itu dibuktikan di mana sang ibu terlilit utang puluhan juta.
Penyebab lain menjual bayi karena dipicu tidak adanya perencanaan matang dalam membangun keluarga. Kemungkinan anak tersebut menjadi bagian tidak direncanakan. Ini akibat keluarga belum menyadari bahwa anak harus dijaga.
"Keluarga berencana bukan berarti harus pasang kontrasepsi. Keluarga berencana itu direncanakan. Jadi, sejak mau hamil pun direncanakan. Tapi sekarang? Masih ada kehamilan yang tidak dikehendaki sehingga muncul kejadiannya seperti itu," ujar Hasto.
Hasto mengaku permasalahan ini masih menjadi tantangan pemerintah dalam membangun keluarga sejahtera. Ini sebetulnya sama. Itu satu masalah soal kehamilan yang tidak dikehendaki. Kemudian, adaextramarital pregnancy(hamil di luar nikah), itu hulu-hulunya di sana semua.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai bentuk upaya menciptakan keluarga berencana, BKKBN telah memasifkan edukasi dan sosialisasi terkait persiapan menikah, juga mendampingi calon pengantin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!