Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengadilan Korsel Tolak Klaim Kuil atas Patung Buddha Milik Jepang

📅 Minggu, 29 Okt 2023, 09:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengadilan Korsel Tolak Klaim Kuil atas Patung Buddha Milik Jepang Doc: Yonhap/Kyodo
Ket. File foto yang diambil pada bulan Januari 2013 di Daejeon, Korea Selatan, menunjukkan patung Buddha yang diambil dari kuil Kannonji di Tsushima, Prefektur Nagasaki.

SEOUL - Mahkamah Agung Korea Selatan pada Kamis (26/10) menolak klaim kuil Budha atas patung berusia 700 tahun yang konon dijarah oleh bajak laut Jepang pada abad ke-14. Membuka jalan bagi pengembalian artefak tersebut ke Jepang.

Keputusan tersebut secara efektif mengakhiri perselisihan hukum yang berlarut-larut mengenai patung Bodhisattva Buddha yang sedang duduk berukuran sekitar 50 cm (20 inci), yang dicuri dari kuil Jepang oleh pencuri Korea Selatan pada 2012.

Para pencuri tertangkap karena mencoba menjualnya setelah kembali ke rumah, dan patung itu diserahkan ke pemerintah Korea Selatan. Namun, kuil Buseok - sekitar 100 km selatan Seoul - mengajukan gugatan pada 2016 untuk menegaskan hak kepemilikan atas patung tersebut dan menuntut agar dikembalikan.

Pengadilan Korea Selatan awalnya memihak kuil Buseok, dengan mengatakan patung tersebut awalnya dibawa ke Jepang dengan cara yang "tidak normal" alias "penjarahan".

Namun pengadilan banding pada Februari lalu membatalkan keputusan tersebut, dan mengakui bahwa kuil Jepang - kuil Kannon di prefektur Nagasaki - memiliki hak kepemilikan atas patung tersebut.

Mahkamah Agung pada Kamis menguatkan putusan tersebut. Kuil Jepang memiliki hak hukum atas patung tersebut, meskipun pengadilan mengakui keabsahan klaim kuil Korea Selatan bahwa patung tersebut pada awalnya dibuat dan disimpan di sana.

"Kami dapat melihat bahwa patung ini dibuat dan disimpan di Kuil Buseok," kata pengadilan dalam putusannya.

Namun kuil Kannon telah "memperoleh hak hukum" atas artefak tersebut pada 1973, sesuai dengan hukum Jepang.

"Kemungkinan besar bahwa patung ini dijarah oleh bajak laut Jepang pada masa Dinasti Goryeo, tidak membatalkan asumsi kepemilikan kuil Jepang," kata keputusan tersebut, mengacu pada dinasti kuno yang memerintah Korea dari tahun 918 hingga 1392.

Disebutkan juga kuil Kannon telah memiliki patung tersebut sejak 1953 hingga dipindahkan oleh pencuri Korea Selatan pada 2012.

Mempertimbangkan faktor-faktor ini, kuil Buseok di Korea Selatan "kehilangan hak kepemilikannya meskipun diakui sebagai pembuat asli patung tersebut", kata pengadilan.

Pendeta Jepang Setsuryo Tanaka di kuil Kannon mengatakan keputusan itu "rasional".

Harapan utama saya adalah patung itu akan dibawa kembali ke (Nagasaki) dan pemandangannya akan membawa kelegaan bagi masyarakat setempat, katanya.

Sementara itu, pemerintah Jepang akan "mendesak Korea Selatan untuk memastikan bahwa patung Buddha tersebut akan dikembalikan kepada pemiliknya", kata Hideki Murai, wakil sekretaris kabinet.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Menlu Marco Rubio Tegaskan ...
Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.