Penanganan Stunting Rejang Lebong Melalui Intervensi Spesifik
📅 Kamis, 11 Sep 2025, 23:50 WIB | Oleh: Ones
Doc: Antara
Rejang Lebong - Wakil Bupati (Wabup) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Hendri Praja menyatakan penanganan stunting atau gagal tumbuh pada balita di wilayah itu menggunakan strategi pendekatan intervensi spesifik dan sensitif.
"Pencegahan stunting diprioritaskan melalui pendekatan intervensi spesifik dan sensitif. Fokusnya adalah mencegah stunting baru dan menurunkan prevalensinya secara signifikan, dengan sasaran utama ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita," kata dia pada rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) setempat di Rejang Lebong, Kamis.
Dia menjelaskan, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang umumnya terjadi dalam 1.000 hari pertama kehidupan.
Angka prevalensi stunting Kabupaten Rejang Lebong pada 2024 lalu berada di angka 24,7 persen dan ditargetkan bisa turun di bawah 20 persen.
Untuk menurunkan prevalensi stunting tersebut, kata dia, harus dilakukan intervensi spesifik mencakup pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri, pemeriksaan kehamilan secara berkala bagi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, intervensi sensitif berkontribusi hingga 70 persen terhadap penurunan stunting, dengan fokus pada peningkatan kualitas sanitasi, akses air minum layak, edukasi pola hidup sehat, penanggulangan kemiskinan, dan penerapan pola asuh yang baik.
Wabup berharap kepada seluruh anggota TPPS Kabupaten Rejang Lebong untuk dapat merealisasikan sembilan aksi dan inovasi yang telah ditetapkan sebagai fokus penurunan stunting di Rejang Lebong sebelumnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!