Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Yogyakarta Percepat Transisi Becak Listrik di Malioboro

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 16:35 WIB | Oleh:
Pemkot Yogyakarta Percepat Transisi Becak Listrik di Malioboro Doc: Dok. Pemkot Yogyakarta

YOGYAKARTA - Transformasi transportasi ramah lingkungan di kawasan Malioboro kembali bertambah. Sebanyak 50 pengemudi becak motor kini mulai mengoperasikan becak listrik setelah menerima bantuan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VI Yogyakarta. Pergantian armada tersebut sekaligus menjadi langkah lanjutan pengurangan kendaraan berbahan bakar fosil di kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta.

Sebagai tanda peralihan moda transportasi itu, puluhan becak motor yang sebelumnya digunakan para pengemudi dimusnahkan dalam acara penyerahan bantuan di Kantor Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Yogyakarta, Rabu (3/6). Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Yogyakarta menyerahkan Surat Izin Operasional Kendaraan Tidak Bermotor (SIOKTB) dan Tanda Nomor Kendaraan Tidak Bermotor (TNKTB) kepada koperasi pengemudi becak penerima bantuan.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan keberadaan becak listrik menjadi jalan tengah antara pelestarian moda transportasi khas Yogyakarta dan kebutuhan menjaga kualitas lingkungan perkotaan. Menurut dia, penggantian becak motor dilakukan secara bertahap agar aktivitas ekonomi para pengemudi tetap berjalan.

“Lambat tapi pasti becak yang konvensional harus habis. Kemudian secara bertahap, becak listrik hadir. Dengan cara begitu maka cita-cita kita mewujudkan minimal di sumbu filosofi itu menggunakan sarana transportasi yang minimal terhadap polutan lingkungan akan tercapai menggunakan becak listrik,” kata Hasto.

Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan jumlah becak listrik terus bertambah hingga mencapai sekitar 900 unit dalam dua tahun mendatang. Saat ini jumlah becak listrik yang telah tersedia diperkirakan mencapai 260 unit hasil dukungan sejumlah pihak melalui program CSR.

Menurut Hasto, sistem penggantian armada dilakukan secara terkontrol melalui koperasi pengemudi becak. Mekanisme tersebut diterapkan untuk mencegah munculnya kembali becak motor setelah para pengemudi menerima kendaraan baru.

“Syaratnya menerima becak ini asalkan dalam bentuk koperasi, bukan individu-individu. Nah, koperasi inilah yang kontrol, jangan tambah (betor). Sudah kita kunci. Dan secara bertahap, kalau hari ini 50 becak dihancurkan, begitu menerima (becak listrik) itu dihancurkan, sehingga harapan saya tidak ada orang mau nambah becak baru dalam bentuk yang konvensional,” tegasnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari PT KAI Daop VI Yogyakarta. Executive Vice President KAI Daop VI Bambang Respationo menyebut bantuan 50 becak listrik dengan nilai hampir Rp1 miliar itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap program keberlanjutan dan pengurangan emisi.

“Di Yogya punya program untuk menggantikan becak-becak yang motor itu menjadi listrik yang lebih ramah lingkungan. Di KAI pun punya program juga untuk men-support seluruh kegiatan ramah lingkungan juga. Di KAI tidak hanya becak listrik, tapi kita juga punya solar cell. Jadi kita ada penggantian beberapa yang semuanya adalah program untuk mendukung ramah lingkungan,” ujar Bambang.

Pemda DIY turut menyambut positif program tersebut. Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti mengatakan penggantian becak motor memiliki arti lebih luas dibanding sekadar pembaruan armada transportasi. Langkah tersebut dinilai mendukung pengendalian pencemaran udara sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota budaya yang peduli lingkungan.

“Penghapusan becak motor yang dilaksanakan pada hari ini bukan semata-mata penggantian alat transportasi, melainkan merupakan bagian dari mengurangi tekanan lingkungan dan mewujudkan kawasan rendah emisi di wilayah kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan tingkat pencemaran udara, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota budaya,” jelasnya.

Bagi para pengemudi, peralihan ke becak listrik juga membawa manfaat dari sisi operasional. Jagiyo, pengemudi becak yang telah bekerja selama empat dekade, mengaku kendaraan baru tersebut lebih ringan digunakan dibanding becak kayuh maupun becak motor.

“Dulu kan ngayuh sekarang sudah tua pakai mesin (betor) 20 tahun. Sekarang pakai becak listrik mengirit tenaga sudah tua nggak kuat ngayuh. Ini (betor) ditukar (becak listrik) tanpa bayar,” ucap Jagiyo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.