Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Harus Konsisten Setop Pembiayaan Pembangunan PLTU

📅 Sabtu, 09 Sep 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Harus Konsisten Setop Pembiayaan Pembangunan PLTU Doc: Sumber: Kementerian ESDM - KORAN JAKARTA/ONES

JAKARTA - Kebutuhan pembiayaan yang kerap menjadi kendala saat pembicaraan pembangunan berkelanjutan seharusnya bisa dicarikan solusinya dengan mengurangi komponen biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan lagi.

Peneliti Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda, yang diminta pendapatnya di Jakarta, Jumat (8/9), mengakui pembiayaan untuk ekonomi bersih memang sangat besar. Hal itu karena pembiayaan bukan hanya ke pembangunan yang lebih ramah lingkungan, tetapi termasuk biaya mitigasi yang harus dikeluarkan oleh pemerintah. Misalnya, untuk menyuntik mati lebih dini PLTU, pasti akan berdampak ke ekonomi dan sosial masyarakat.

Namun demikian, pemerintah juga harus mendukung langkah-langkah ekonomi hijau, salah satunya menyetop pembiayaan untuk pembangunan PLTU baru.

"Saat ini kan masih ada rencana pembangunan PLTU baru dengan dana dari perbankan. Harusnya sudah tidak ada lagi, biar fokus ke energi hijau saja," tegas Huda.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menyatakan persoalan pembiayaan (financing) dalam pembicaraan tentang keberlanjutan (sustainability) selalu menjadi batu sandungan.

Hal itu disampaikan Menkeu dalam Gala Dinner Indonesia Sustainability Forum 2023 dengan dengan topik "Indonesia Welcomes Further International Collaboration for a Better Tomorrow" yang dipantau Antara secara virtual.

"Ketika kita berbicara tentang keberlanjutan, kita semua selalu dihadapkan pada batu sandungan yang sangat penting, yaitu pembiayaan. Banyak yang sudah memperkirakan apa yang sebenarnya diperlukan untuk menyelamatkan dunia dari ancaman perubahan iklim ini. Keuangan berkelanjutan adalah salah satu hal yang paling penting, dan kita semua tahu bahwa kebutuhan untuk memobilisasi pembiayaan sangatlah penting," kata Menkeu.

Berdasarkan hasil pembahasan United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) dalam Conference of the Parties (COP) 26 di Glasgow, Skotlandia, diperkirakan Indonesia membutuhkan 280 miliar dollar Amerika Serikat (AS) untuk bisa mencapai target Nationally Determined Contribution/NDC mengurangi karbondioksida (CO2) lebih dari 42 persen pada 2030.

"Kami melakukan cukup banyak pengambilan anggaran, penerbitan green sukuk, green bond. Kami juga menciptakan pembiayaan campuran (blended finance). Hal ini agar kita mampu menciptakan platform kemitraan," kata Menkeu.

Diskusi saat ini, bukan lagi pada tataran bagaimana mewujudkan kerja sama pembiayaan campuran dalam skema kemitraan. Namun, bagaimana menciptakan stabilitas dengan menguji cara kerja menurunkan emisi karbon untuk proyek tertentu.

Dia mencontohkan rencana pensiun dini PLTU-1 Cirebon di Jawa Barat yang akan mengurangi 4,4 juta ton CO2 dalam waktu 7 tahun, membutuhkan dana sebesar 330 juta dollar AS, sehingga harus dipadukan ekuitas dan pinjaman untuk pembiayaannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.