Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemekaran Pacu Upaya Penurunan Kemiskinan Ekstrem

📅 Kamis, 04 Jul 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Pemekaran Pacu  Upaya Penurunan  Kemiskinan Ekstrem Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy dalam Konferensi Pers Penanganan Kemiskinan Ekstrem, di Jakarta, Rabu (3/7).

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengatakan pemekaran daerah, khususnya di Papua, dapat memaksimalkan penurunan kemiskinan ekstrem. Pada tahun 2022, ada empat pemekaran daerah di tingkat provinsi yaitu Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

"Pemecahan daerah bisa lebih fokus dan daerah bisa lebih maksimal menurunkan kemiskinan ekstrem. Ini masih baru dan kita masih belum bisa optimal," ujar Muhadjir, dalam Konferensi Pers Penanganan Kemiskinan Ekstrem, di Jakarta, Rabu (3/7).

Dia menyebut, Papua memiliki kasus kemiskinan yang unik, terutama di Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Selain masalah geografis, ada fenomena cuaca yang bisa menggagalkan panen warga sehingga berpotensi menimbulkan kasus kelaparan.

Muhadjir menambahkan, pemekaran daerah juga bisa membuat keuangan di suatu daerah meningkat. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi sumber pendanaan dalam pengentasan kemiskinan ekstrem.

"Ketika pemekaran ada yang tiba fiskal naik tajam seperti Kabupaten Mimika. Ketika dipecah, ada yang masuk ke wilayah-wilayah tersebut termasuk Papua Pegungan dan ada beberapa kabupaten yang kita intervensi," jelasnya.

Sebagai informasi, penduduk kategori miskin ekstrem berpendapatan di bawah 1,9 Dollar AS per hari per keluarga. Pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem 0 persen pada tahun 2024.

Target Penurunan

Muhadjir mengungkapkan, persentase penduduk miskin ekstrem Indonesia pada Maret 2024 sebesar 0,83, berhasil turun 0,29 persen pada Maret 2023. Persentase penduduk miskin ekstrem turun sekitar 1,21 persen sejak diterbitkannya inpres nomor 4 tahun 2022.

"Tingkat kemiskinan ekstrem Indonesia terus menunjukkan tren menurun dan menuju target 0 persen pada tahun 2024," terangnya.

Dia menyatakan, semakin kecil angka kemiskinan ekstrem makan penurunannya semakin sulit, termasuk mencapai target 0 persen. Menurutnya, modal yang dibutuhkan sama ketika angka kemiskinan ekstrem masih besar.

Muhadjir mengatakan, target kemiskinan ekstrem 0 persen sebenarnya mesti dicapai pada tahun 2030.

Pemerintah berupaya melakukan percepatan dengan menjadikannya target pada tahun 2024.

"Pada september 2024, BPS akan menyelenggarakan kembali susenas (survei sosial ekonomi nasional) 2024 untuk mengukur kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Diharapkan angkanya semakin menurun mendekati nol persen,"ucapnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

55 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.