Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Tempe sampai Cengkeh: Strategi Jitu ITPC Jeddah Tembus Pasar Arab Saudi

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 14:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dari Tempe sampai Cengkeh: Strategi Jitu ITPC Jeddah Tembus Pasar Arab Saudi Doc: istimewa
Ket. Arab Saudi tetap menjadi mitra dagang potensial bagi Indonesia, khususnya untuk produk makanan dan minuman, barang konsumsi, serta kebutuhan penunjang ekosistem haji dan umrah

JAKARTA – Arab Saudi tetap menjadi mitra dagang potensial bagi Indonesia, khususnya untuk produk makanan dan minuman, barang konsumsi, serta kebutuhan penunjang ekosistem haji dan umrah. 

Melihat peluang itu, Kementerian Perdagangan RI menggencarkan sinergi dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi guna memperkuat penetrasi produk nasional melalui promosi dan business matching.

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, mengatakan Kemendag RI melalui ITPC Jeddah terus bersinergi dengan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk Indonesia.

“Permintaan produk Indonesia di Arab Saudi cukup tinggi. Kami menjaga momentum ini dengan memperluas jejaring bisnis melalui business matching, pameran dagang, dan promosi langsung kepada buyer potensial,” ujar Bagas.

Sepanjang awal 2026, rangkaian promosi telah membuahkan hasil. Beberapa kontrak pembelian makanan ringan telah ditandatangani, sementara penjajakan pembelian ikan kaleng, consumer goods, dan tempe juga berjalan. 

Pada pameran National Consumer Industries Exhibition (CONSMIX) di Jeddah, 5–17 Februari 2026, transaksi langsung yang terjadi mencatatkan omzet Rp168 juta.

“Capaian ini menunjukkan daya saing dan minat masyarakat Arab Saudi terhadap produk Indonesia. Kami akan mengawal komitmen dagang yang sudah berjalan agar berlanjut menjadi kontrak jangka panjang,” tambah Bagas.

Tren positif berlanjut pada April 2026. ITPC Jeddah memfasilitasi penandatanganan kesepakatan dagang cengkeh senilai Rp252 juta antara PT Navva Nusantara Commodities dan perusahaan Mandoub Saud Ghazi Al Masudi dari Arab Saudi.

Perwakilan PT Navva Nusantara Commodities, Ati Hernawati Dani, mengapresiasi dukungan ITPC Jeddah dan KJRI Jeddah. “Kami sangat terbantu sejak proses verifikasi hingga penandatanganan kontrak. Harapannya, relasi bisnis dengan buyer Arab Saudi bisa terus berkelanjutan dan nilainya meningkat,” ujarnya.

Konsul Jenderal RI Jeddah, Yusron Ambary, menyambut baik sinergi diplomasi perdagangan ini. Menurutnya, kolaborasi yang konsisten efektif membuka pasar baru sekaligus mendorong ekspor nonmigas Indonesia.

“Sinergi ini membuka peluang bagi produk unggulan Indonesia. Kami berharap kolaborasi ini mendorong pelaku usaha untuk berkembang dan berkontribusi pada peningkatan nilai ekspor nasional,” kata Yusron.

*Fokus Semester II: Pendekatan Langsung ke Konsumen*

Memasuki semester II 2026, ITPC Jeddah akan memfokuskan strategi pada pendekatan langsung ke konsumen akhir. Program In-Store Promotion di swalayan modern Jeddah dan kolaborasi dengan distributor lokal akan diperkuat.

“Pendekatan yang lebih dekat dengan konsumen penting agar produk Indonesia sesuai dengan preferensi pasar Arab Saudi,” jelas Bagas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.