Pembangunan IKN Capai 40 Persen
📅 Jumat, 27 Okt 2023, 00:01 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
YOGYAKARTA - Progres pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur telah mencapai 40 persen lebih. Seluruh program pembangunan di IKN berjalan mulus sehingga kini sudah banyak bangunan yang telah berdiri di kawasan tersebut.
"Yang dikerjakan sekarang juga sudah progresif, semua sudah lebih dari 40 persen," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (26/10).
Seperti dikutip dari Antara, Basuki mengatakan kalau dulu misalnya ada enam bangunan, sekarang bangunannya sudah lebih dari 10. Kalau mau dipersentase membaginya naik turun, karena membesar, tapi per program berjalan dengan baik.
Menurut Basuki, pada 1 November 2023, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meletakkan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Bandara Very Very Important Person (VVIP) di IKN.
Dilansir dari laman LPSE Kementerian PUPR, nilai paket konstruksi fisik pemenuhan sebagian kebutuhan pembangunan Bandara VVIP IKN (sisi landasan udara) mencapai 4,28 triliun rupiah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bandara VVIP IKN memiliki runway 3.000 x 45 meter dan mampu didarati pesawat berbadan besar jenis Boeing 777- 300 ER dan Airbus A380.
Adapun kapasitas apron mampu menampung tiga pesawat berbadan besar (wide body), ditambah satu pesawat berbadan kecil (narrow body) atau tujuh pesawat berbadan kecil, serta kapasitas helipad menampung tiga helikopter.
Peletakan batu pertama, lanjut Basuki, juga akan dilakukan untuk sejumlah bangunan lain di IKN. "Ada tujuh kalau enggak keliru. Sudah ada rapat koordinasi untuk kunjungan Presiden Jokowi ke sana," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengolahan Air Limbah
Selain itu, Basuki mengatakan Kementerian PUPR mulai membangun tiga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sebagai infrastruktur dasar IKN Nusantara di Kalimantan Timur.
"Pemanfaatan sistem teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) diterapkan untuk mengolah limbah domestik agar menghasilkan standar influen (baku mutu) sebelum dilakukan daur ulang maupun bercampur dengan badan air, sehingga lebih ramah lingkungan serta sejalan dengan prinsip IKN Nusantara sebagai smart city (kota pintar) dan kota modern berkelanjutan," kata Basuki.
Basuki mengatakan pembangunan IKN bukan sekadar memindahkan kota dan gedung-gedung pusat pemerintahan, tetapi juga merencanakan pusat perkotaan yang modern dengan prinsip IKN Nusantara sebagai suatu Future Smart Forest City of Indonesia.
Secara teknis, skema pengolahan air limbah IKN Nusantara menggunakan teknologi MBBR dilakukan dengan cara mengalirkan air limbah domestik melalui jaringan perpipaan untuk diolah ke IPAL terintegrasi dengan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).
Dengan demikian, hal tersebut menghasilkan standar baku mutu yang ditetapkan sebelum dilakukan daur ulang maupun bercampur dengan badan air/dialirkan ke sungai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!