Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenko: IEU-CEPA Buka Peluang Kerja Sama Perdagangan Adil dan Berkelanjutan

📅 Selasa, 23 Sep 2025, 12:52 WIB | Oleh:
Kemenko: IEU-CEPA Buka Peluang Kerja Sama Perdagangan Adil dan Berkelanjutan Doc: ANTARA
Ket. Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maros Sefcovic (keempat kanan) bersama delegasi dari Indonesia dan Uni Eropa berfoto bersama jelang penandatanganan perjanjian ekonomi Indonesia dan Uni Eropa (IEU CEPA) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (23/9/2025)

NUSA DUA - Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyatakan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU CEPA) membuka peluang kerja sama perdagangan yang adil dan berkelanjutan.

"Setelah menginjak sembilan tahun masa perundingan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Perjanjian IEU-CEPA akhirnya berhasil mencapai kesepakatan," kata Haryo di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (23/9), menjelang pengumuman bersama dan penandatanganan penyelesaian substansial Perundingan IEU-CEPA.

Ia mengungkapkan kesepakatan tersebut menjadi tonggak sejarah setelah melalui 19 kali putaran perundingan dan sejumlah sesi pertemuan kedua pihak sejak Juli 2016.

Kesepakatan IEU-CEPA juga menjadi tonggak penting dalam dalam membangun fondasi kerja sama ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Menurut dia, capaian penyelesaian kesepakatan tersebut mencerminkan konsistensi dan keteguhan diplomasi ekonomi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional.

Sekaligus, lanjut dia, membuka peluang yang lebih luas bagi akses pasar, peningkatan investasi, serta penguatan daya saing sektor strategis.

Pemerintah menyebutkan Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar kelima bagi Indonesia dengan total nilai perdagangan yang terus menunjukkan tren positif mencapai 30,1 miliar dolar AS pada 2024.

Neraca perdagangan antara kedua pihak juga mencatatkan surplus bagi Indonesia dengan peningkatan signifikan dari 2,5 miliar dolar AS pada 2023 menjadi 4,5 miliar dolar AS pada 2024.

Sementara itu sejumlah pejabat dan delegasi dari Indonesia dan Uni Eropa salah satunya Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maros Sefcovic sudah berkumpul di lokasi itu menjelang agenda penting yang dijadwalkan pukul 11.00 WITA.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Komisioner Uni Eropa Maros diagendakan akan melakukan pertemuan bilateral yang diharapkan dapat menjadi forum strategis untuk membahas perkembangan penyelesaian IEU–CEPA.

Selain itu, memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.