Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelibatan Warga dalam Pengelolaan Air Bersih Akan Gerakkan Ekonomi Lokal

📅 Rabu, 24 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pelibatan Warga dalam Pengelolaan Air Bersih Akan Gerakkan Ekonomi Lokal Doc: ISTIMEWA
Ket. Pengelolaan Air Bersih

JAKARTA - Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan air akan menciptakan manfaat ekonomi yang signifikan. Dengan melibatkan masyarakat dalam seluruh proses, dari perencanaan hingga pengelolaan maka program yang ada tidak hanya menyediakan akses lebih baik ke air bersih, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.

"Hal ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal," kata ekonom STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, kepada Koran Jakarta, Selasa (23/1).

Aditya mengingatkan penting untuk selalu menyertakan perspektif ekonomi dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat. Otoritas yang ada harus memiliki hitungan keuntungan jangka panjang dari pengelolaan air berbasis masyarakat.

"Misalnya, peningkatan produktivitas pertanian, pengurangan beban penyakit akibat air kotor, dan peningkatan kesejahteraan secara keseluruhan dapat menjadi parameter penting untuk mengukur keberhasilan ekonomi," papar Aditya.

Dengan data atau hitungan ekonomi yang jelas, menurut Aditya, masyarakat akan makin bertanggung jawab secara berkelanjutan untuk menjaga dan mengelola seluruh proses penyediaan air itu.

Aditya menekankan pemerintah juga perlu terus menambah pembangunan infrastruktur air, seperti embung untuk menyimpan air selama musim hujan dan sabo untuk mencegah banjir, yang dapat memberikan manfaat ekonomi ganda.

"Selain memberikan cadangan air yang diperlukan selama periode kering, pembangunan embung dapat berperan dalam pengembangan pertanian. Pertanian yang berbasis air yang berkelanjutan dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani, serta mengurangi ketergantungan pada curah hujan yang tidak dapat diprediksi," jelas Aditya.

Menjadi Ancaman

Sementara itu, pakar pertanian dari UPN Vetera Jawa Timur, Surabaya, Ramdan Hidayat, mengatakan krisis air yang disebabkan oleh anomali iklim menjadi ancaman nyata bagi produksi pangan. Untuk itu, pengelolaan air harus dilakukan dengan baik sehingga petani dan warga bisa mendapatkan akses air dengan mudah dan murah.

"Selain penurunan lahan yang terus terjadi akibat alih fungsi, krisis air yang disebabkan climate change berpotensi menurunkan produksi pangan. Pemerintah harus memperhatikan infrastruktur air untuk pertanian," kata Ramdan.

Menurut Ramdan, reboisasi untuk menambah cadangan air tanah di daerah hulu harus ditingkatkan supaya cadangan air tanah lebih kuat, reboisasi. Menambah jumlah waduk kurang signifikan karena bendungan sifatnya terbuka, mudah menguap dalam beberapa bulan terutama saat kemarau.

"Sebaiknya disiapkan embung-embung yang tersebar di sentra-sentra produksi pangan untuk menampung hujan. Ini sekaligus berfungsi mencegah bencana lingkungan seperti banjir," tuturnya.

Aditya dan Ramdan ini menanggapi apa yang disampaikan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Diana Kusumastuti. Diana menjelaskan Direktorat Jenderal Cipta Karya akan mempromosikan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) dan sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas) sebagai contoh baik dalam pengelolaan air ke perhelatan World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali pada Mei 2024.

"Ini menjadi contoh yang baik dan nanti kita bawa untuk disampaikan kepada dunia bahwa di daerah-daerah (desa) seperti ini terdapat kelembagaan-kelembagaan kecil, dan kita bisa melakukan pengelolaan air bersih dengan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan air hingga ke level paling terdalam," ujar Diana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.