Pelayat Mulai Mendatangi Rumah Duka Marsekal Pertama TNI Far Adriyanto
📅 Minggu, 03 Agu 2025, 19:47 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – TNI AU hari ini berkabung karena putra terbaiknya mengalami kecelakaan pesawat di Ciampea, Bogor. Kedukaan menyelimuti rumah duka di mana jenazah almarhum Marsekal Pertama TNI Fajar “Red Wolf” Adriyanto disemayamkan.
Dia disemayamkan di Jalan Trikora XI Nomor K-14, Kompleks TNI AU Trikora, di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Para pelayat hadir silih berganti sejak siang hingga petang hari menjelang malam.
“Beliau atasan yang sangat dekat dengan kami, anak buahnya. Sangat dekat, bahkan menganggap kami sebagai anaknya sendiri,” tutur salah satu mantan anggotanya di Dinas Penerangan TNI AU, Lena Satriyati, Minggu petang.
Dia memberi contoh, saat Covid-19 melanda, satu persatu anak buahnya ditelefon untuk memastikan keadaan sehat. Lena menyatakan, berbagai pertanyaan tentang kondisi kesehatan masing-masing anggota keluarga anggota Dinas Penerangan TNI AU yang dipimpin Fajar itu mencerminkan betapa serius sang atasan memperhatikan para anggotanya.
“Beliau tidak membedakan status anggotanya, semua harus sehat walafiat,” katanya. Di antara ratusan pelayat ada mantan Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI (Purn) Fadjar Prasetyo dan Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada Asisten Intelijen Kepala Staf TNI AU Marsekal Muda TNI Untung Surapati. Ada juga pejabat militer dari ketiga angkatan TNI baik yang masih aktif ataupun sudah purnawira.
Sementara itu, salah satu kawan satu angkatan almarhum di Akademi Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI Aldrin Petrus Mongan, mengemukakan kenangannya bersama almarhum.
Kawannya itu seorang dengan pemikiran yang sangat progresif dan inovatif. Menurut rencana, jenazah dan keluarga yang berduka akan berangkat ke Probolinggo. Jenazah almarhum akan dimakamkan besok siang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Almarhum Fajar “Red Wolf” Adriyanto meninggalkan seorang istri, Dewi Kurnia, dan dua anak, Naufal F Sandy Kusuma dan Akmal F Randy Kusuma. Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto merupakan lulusan AAU 1992 dan penerbang tempur F-16 Fighting Falcon dengan call sign “Red Wolf”.
Dalam karier militernya, ia pernah menjadi komandan Skuadron Udara 3, komandan Pangkalan Udara TNI AU Manuhua, kepala Dinas Penerangan TNI AU, kepala Puspotdirga, asisten Potdirga Kaskoopsudnas, dan terakhir kepala Poksahli Kodiklatau.
Ia dikenal para atasan, sejawat, dan para anak buahnya sebagai sosok berdedikasi tinggi dan menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah TNI AU. Ini termasuk keterlibatannya dalam peristiwa udara dengan pesawat F/A-18 Hornet Angkatan Laut Amerika Serikat di Pulau Bawean.
Puluhan karangan bunga hadir di jalan-jalan menuju rumah duka, di antaranya dari Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Frega Wenas Inkiriwang.
Dari Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Laksamana Muda TNI Sri Yanto. Ada juga dari berbagai komunitas pegiat pertahanan sesperti Jakarta Defence Society.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!