Pegiat Ekonomi Kreatif Makin Lincah Berbisnis, Literasi Bisnis Terus Dipekuat
📅 Minggu, 06 Jul 2025, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif
JAKARTA – Literasi bisnis sangat penting karena membantu individu dan organisasi untuk memahami dan mengelola aspek keuangan, operasional, pemasaran, dan berbagai fungsi bisnis lainnya.
Literasi bisnis yang baik memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih tepat, meningkatkan efisiensi, dan pada akhirnya, mencapai tujuan bisnis yang lebih baik.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui kolaborasi dengan Bank Mandiri dan OJK memperkuat literasi bisnis 70 pegiat ekraf untuk penguatan pemahaman tentang pengelolaan usaha, akses pembiayaan, dan mitigasi risiko usaha di era digital.
“Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pegiat ekraf dalam manajemen usaha dan kesiapan pembiayaan, sekaligus mendorong adopsi teknologi serta digitalisasi untuk menjangkau seluruh proses bisnis,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi dalam keterangan pers, Minggu (6/7).
Kegiatan Literasi Bisnis telah terselenggara atas kolaborasi dengan OJK, Bank Mandiri, Pemerintah Kota Depok, Ditjen Pajak Kemenkeu, serta Prodi Bisnis Kreatif Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Acara ini terdiri atas dua sesi talkshow untuk mendorong pegiat ekraf naik kelas sehingga mampu mendapat modal usaha yang disampaikan oleh Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kemenekraf Anggara Hayun.
Ia menegaskan bahwa Literasi Bisnis di Kota Depok tidak hanya berhenti pada kegiatan satu hari saja, tetapi ada keberlanjutan kerja sama dengan Bank Mandiri.
“Skema pembiayaan yang tersedia bagi pegiat ekraf yaitu melalui perbankan, teknologi finansial, dana masyarakat, dan modal ventura. Selain itu, kami terus gandeng Bank Mandiri untuk tetap berkolaborasi dalam pendampingan, inkubasi, akses permodalan, pemasaran, dan digitalisasi usaha,” kata Anggara.
Sesi lainnya disampaikan oleh Senior Manager PT. Bank Mandiri Persero, Lukman Hakim dan Assistant Vice President Bank Mandiri, Isrul Nasution yang memberi informasi terkait Dasar-Dasar Wirausaha dan Manajemen Bisnis dan pengenalan produk pembiayaan Bank Mandiri (KUM-KUR).
Lukman menegaskan kiat menjadi wirausaha sukses adalah proaktif, berorientasi prestasi, dan komitmen kepada orang lain.
Materi lain tentang membentengi para pegiat ekonomi kreatif supaya tidak terlilit risiko finansial disampaikan dari OJK untuk meningkatkan pemahaman para pegiat ekonomi kreatif terhadap risiko investasi ilegal, jebakan pinjaman online, dan bahaya judi online.
“Topik ini diangkat untuk meningkatkan pemahaman para pegiat ekonomi kreatif terhadap risiko investasi ilegal, jebakan pinjaman online, dan bahaya judi online yang saat ini marak dan berpotensi merugikan masyarakat, khususnya pegiat ekraf,” ungkap Asisten Direktur Senior Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi, dan Edukasi Keuangan, OJKAnugrah Sutejo.
Dalam mendukung literasi perpajakan, turut hadir pula Fungsional Penyuluh Pajak Ahli Pertama Dirjen Pajak Kemenkeu, Imaduddin Zauki yang menyampaikan dukungan terhadap korporasi yang ingin memanfaatkan insentif super tax deduction melalui kemudahan administrasi perpajakan.
Selain itu, Ketua Program Studi Bisnis Kreatif UI, Hadining Kusumastuti ikut menyampaikan peran perguruan tinggi dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis Inovasi dan Kekayaan Intelektual.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!