Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasar Karbon Dibuka, Inovasi Hijau Tak Lagi Sekadar Wacana!

📅 Rabu, 23 Jul 2025, 18:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Karbon Dibuka, Inovasi Hijau Tak Lagi Sekadar Wacana! Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi- Pemberdayaan komunitas lokal dan masyarakat adat yang dapat memberikan benefit ekonomi langsung dari pembagian manfaat karbon dan hak pengelolaan lahan.

JAKARTA – Perdagangan karbon sukarela atau Voluntary Carbon Market (VCM) memiliki peran penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim, terutama dalam menjembatani kesenjangan pendanaan dan mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Meskipun sifatnya sukarela, VCM dapat menjadi alat yang ampuh untuk mendorong investasi pada proyek-proyek pengurangan emisi dan penyerapan karbon, serta mempercepat pencapaian target iklim global.

Direktur Tata Kelola Penerapan Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup (LH) Ignatius Wahyu Marjaka mengatakan perdagangan karbon sukarela membuka banyak jalan atau peluang strategis bagi Indonesia.

“Terdapat potensi dan peluang yang dapat digali dari VCM, mulai dari pendanaan iklim, hingga inovasi dan pengembangan teknologi hijau,” kata Wahyu dalam diskusi FOLU Talks Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang digelar secara virtual di Jakarta, Rabu (23/7).

Wahyu menilai, VCM membuka peluang dalam penyediaan sumber pendanaan inovatif untuk proyek mitigasi dan adaptasi iklim.

“Diversifikasi Sumber Pendapatan bagi pemilik lahan atau pengelola hutan, dapat menjadi sumber pendapatan baru dari menjaga dan merestorasi ekosistem,” kata dia.

Peluang lainnya yang dapat terbuka melalui VCM adalah percepatan aksi iklim. Wahyu menilai, dengan memungkinkan perusahaan dan individu mengkompensasi emisi mereka, maka adopsi teknologi rendah karbon, praktik berkelanjutan, dan konservasi hutan bisa menjadi lebih cepat.

Lebih lanjut, pemberdayaan komunitas lokal dan masyarakat adat yang dapat memberikan manfaat ekonomi langsung (pembagian manfaat karbon) dan hak pengelolaan lahan.

Selain itu, VCM juga dinilai mampu meningkatkan citra keberlanjutan di mata konsumen, investor, dan pemangku kepentingan lainnya, serta membantu memenuhi target keberlanjutan internal bagi perusahaan.

“Selanjutnya, VCM dapat mendorong investasi dalam solusi inovatif untuk mengurangi emisi, terciptanya transfer teknologi, pelatihan, dan peningkatan kapasitas bagi para pihak khususnya negara tuan rumah,” kata Wahyu.

Meski Indonesia memiliki potensi besar dari VCM, Wahyu menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam mencermati risiko-risikonya, seperti integritas lingkungan, isu sosial dan tata kelola, serta kualitas kredit karbon.

“Upaya jalan tengah dalam pengembangan VCM antara lain melalui peningkatan integritas dan kualitas kredit karbon, tata kelola yang kuat, kerangka regulasi dan kebijakan, serta pengembangan pasar,” ujar Wahyu.

Sependapat, perwakilan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Andrew Sunarko mengatakan pengelolaan hutan lestari (sustainable forest management/SFM) perlu dioptimalkan bersama VCM.

“VCM dapat memberikan pendanaan dan akuntabilitas yang sangat dibutuhkan, tapi hanya jika pembuatan dan transaksi kredit karbon dibuat dengan cara yang dapat diinvestasikan dan disederhanakan,” ujar Andrew.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.