Panitia siapkan skema estafet tangani lansia sakit saat puncak haji
📅 Jumat, 30 Mei 2025, 19:15 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA /Andika Wahyu
Jakarta -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan skema khusus yakni evakuasi estafet untuk menangani jamaah haji, terutama lansia yang mengalami kelelahan atau sakit saat menjalani puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Kepala Seksi Lansia, Disabilitas, dan Penanganan Krisis Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKP2JH) PPIH Daker Madinah Didit Sigit Kurniawan di Makkah, Jumat, menyampaikan dengan skema itu, jamaah yang mengalami kelelahan atau butuh bantuan akan didorong dari satu pos ke pos lainnya, mulai dari titik 1, 2, 3, 4, dan 5.
Untuk mengoptimalkan penanganan, kata dia melanjutkan PPIH membangun kolaborasi dengan sejumlah pihak, mulai dari Petugas Perlindungan Jamaah (Linjam), Petugas Lansia, Media Center Haji (MCH), serta rumah sakit di Arab Saudi, terutama di sekitar Mina.
"Di setiap pos itu nanti, akan ada anggota PKP2JH, Linjam, Lansia serta Media Center Haji (MCH) yang siap siaga,” kata dia.
Berikutnya, Didit menyampaikan bahwa bagi jamaah yang masih mampu duduk, tim akan mengevakuasi mereka menggunakan kursi roda. Namun, jika jamaah itu tidak bisa duduk atau dalam kondisi sakit yang berat, mereka akan langsung dibawa menggunakan tandu.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jika kasusnya terjadi di tengah-tengah kerumunan, kita akan sampaikan ke Askar (pasukan keamanan) Arab Saudi untuk meminta evakuasi oleh ambulans ke rumah sakit terdekat,” kata Didit.
Didit menyampaikan pula terdapat dua rumah sakit yang menjadi rujukan utama bagi jamaah Indonesia, antara lain Rumah Sakit Mina Al-Wadi. Lalu, pihaknya pun telah menyiapkan ambulans yang dapat digunakan oleh jamaah dan sudah dilengkapi dengan fasilitas ICU mini.
“Ambulans ini akan memecah massa dengan sirine dan didampingi Askar supaya bisa melewati jalur padat,” kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Didit menyampaikan untuk kasus kelelahan ringan, jamaah cukup dibawa ke tenda berteduh untuk beristirahat dan memulihkan diri.
“Kalau jamaahnya hanya kelelahan, biasanya kami bawa ke tempat yang teduh dulu, disiapkan di pos-pos karena di sana sangat panas,” kata Didit.
Pemerintah berharap seluruh persiapan itu dapat memastikan jamaah haji, khususnya lansia dan disabilitas, bisa melewati puncak haji dengan aman dan nyaman.
Diketahui, Tim Penanganan Krisis Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji adalah bagian dari PPIH yang bertugas memberikan pertolongan pertama kepada jamaah haji yang mengalami kelelahan dan kecelakaan kecil. PKP2JH juga bertugas untuk melayani lansia dan penyandang disabilitas di hotel.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!