Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pakaian Daur Ulang Jadi Tren, Tapi Kenapa Begitu Sulit Membuatnya

📅 Selasa, 18 Apr 2023, 13:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakaian Daur Ulang Jadi Tren, Tapi Kenapa Begitu Sulit Membuatnya Doc: The Conversation/Shutterstock
Ket. Meski tampak sederhana, pakaian merupakan produk kompleks yang mengandung banyak komponen dan bahan. Ini berarti mendaur ulangnya sangat sulit.

Timo Rissanen, University of Technology Sydney

Hari ini kami membuat lebih banyak pakaian daripada sebelumnya. Dan pendorong untuk ini yang utama adalah ekonomi, bukan kebutuhan manusia. Selama beberapa dekade terakhir, istilah "ekonomi sirkular" telah memasuki leksikon industri mode, di mana bahan dibuat untuk digunakan kembali dan didaur ulang dengan desain.

Namun kita belum melihat tingkat daur ulang yang sama dalam mode seperti yang kita lihat di tempat lain - seperti daur ulang plastik, misalnya. Dan ini tentu karena daur ulang pakaian ke pakaian baru jauh lebih sulit dari yang kita bayangkan.

Penggunaan poliester dan kapas daur ulang oleh merek seperti H&M dan Cotton On adalah aspek kunci dari inisiatif keberlanjutan perusahaan ini - tetapi sumber serat daur ulang ini biasanya bukan pakaian. Poliester daur ulang cenderung berasal dari botol plastik dan kapas daur ulang biasanya dibuat dari limbah pabrik.

Faktanya adalah sebagian besar pakaian tidak dirancang untuk didaur ulang. Bahkan ketika itu terjadi, industri fashion tidak memiliki infrastruktur yang diperlukan untuk benar-benar merangkul model ekonomi sirkular.

Mengapa mendaur ulang pakaian itu sulit?

Mendaur ulang pakaian tidak seperti mendaur ulang kertas, kaca, atau logam. Pakaian selalu berubah-ubah dan tidak dapat diprediksi. Jadi kain tidak ideal untuk teknologi daur ulang, yang membutuhkan bahan sumber yang stabil dan konsisten.

Bahkan pakaian yang tampaknya sederhana dapat mengandung banyak bahan, dengan campuran serat seperti katun/poliester dan katun/elastane menjadi hal yang umum.

Serat yang berbeda memiliki kapasitas yang berbeda untuk daur ulang. Serat alami seperti wol atau kapas dapat didaur ulang secara mekanis. Dalam proses ini kain diparut dan dipintal kembali menjadi benang yang diproses menjadi kain agar dapat ditenun atau dirajut.

Namun, serat menjadi lebih pendek melalui proses pencacahan, menghasilkan kualitas benang dan kain yang lebih rendah. Kapas daur ulang sering dicampur dengan kapas murni untuk memastikan kualitas benang yang lebih baik.

Sebagian besar kain juga diwarnai dengan bahan kimia, yang berdampak pada daur ulang. Jika kain asli merupakan campuran dari banyak warna, benang, atau kain baru kemungkinan besar perlu diputihkan untuk diwarnai dengan warna baru.

Pakaian yang rumit seperti jaket yang dengan mudah mengandung lebih dari lima bahan yang berbeda, termasuk kancing dan ritsleting. Jika tujuan daur ulang adalah untuk mendapatkan bahan yang sedekat mungkin dengan aslinya, semua komponen dan serat pakaian harus dipisahkan terlebih dahulu.

Ini membutuhkan tenaga dan bisa mahal. Seringkali lebih mudah untuk merobek pakaian dan mengubahnya menjadi produk berkualitas rendah, seperti shoody yang digunakan untuk insulasi.

Kemajuan industri dan tantangannya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.