New Zealand Gencarkan Deteksi Dini untuk Cegah dan Perangi Kanker
📅 Sabtu, 13 Des 2025, 01:11 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP
WELLINGTON - Menteri Kesehatan New Zealand Simeon Brown mengatakan pada Kamis (11/12) bahwa negaranya sedang membuat kemajuan dalam meningkatkan pencegahan, deteksi, dan pengobatan kanker.
Berdasarkan Xinhua, laporan Situasi Kanker di New Zealand 2025, yang dirilis oleh Badan Pengendalian Kanker (Cancer Control Agency), menunjukkan "kemajuan nyata" dalam pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan kanker di negara itu.
"Angka perokok terus menurun di semua etnis, program penapisan lebih efektif dan mudah diakses, dan angka harapan hidup jangka panjang telah meningkat selama dua dekade terakhir," kata Brown, mengutip laporan tersebut.
Dia melanjutkan, inisiatif utama negaranya untuk mendanai pengadaan 33 obat kanker melalui Pharmac, badan pendanaan obat-obatan Selandia Baru, mencakup investasi sebesar 604 juta dolar New Zealand atau sekitar 350,17 juta dolar AS
Pemerintah New Zealand menurunkan usia pemeriksaan usus menjadi 58 tahun sebagai langkah pertama untuk menyamai Australia, memperluas cakupan usia skrining payudara bagi wanita yang berusia 70-74 tahun, dan meluncurkan strategi eliminasi kanker serviks pertama di negara itu seraya menambahkan bahwa pemerintah juga berinvestasi dalam infrastruktur pengobatan kanker yang penting.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laporan itu menyebutkan bahwa jumlah orang yang didiagnosis menderita kanker kemungkinan akan meningkat tajam, dari 30.000 lebih pada 2025 menjadi lebih dari 45.000 pada 2044.
Rencana Aksi Kanker New Zealand 2019-2029 yang telah diperbarui akan dirilis tahun depan. Menurut Brown, itu akan membantu negaranya mempersiapkan diri menghadapi lonjakan diagnosis kanker. Ant/Xinhua
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!