Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Nadiem: Merdeka Belajar Wujud Semangat Gotong Royong Indonesia

📅 Jumat, 18 Agu 2023, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Nadiem: Merdeka Belajar Wujud  Semangat Gotong Royong Indonesia Doc: kemdikbud.go.id

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, menyatakan gerakan Merdeka Belajar wujud semangat gotong royong Indonesia dalam mentransformasi pendidikan di Tanah Air.

"Kemerdekaan adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. Semangat perjuangan itu pula yang menjadi dasar gerakan Merdeka Belajar oleh seluruh lapisan masyarakat selama empat tahun terakhir," kata Nadiem dalam upacara peringatan HUT ke-78 RI di Jakarta, Kamis (17/8).

Ia menuturkan kolaborasi yang dibalut dengan semangat gotong royong dalam menghadirkan transformasi di dunia pendidikan Indonesia telah melahirkan banyak perubahan besar. Ia pun menjelaskan perjuangan dalam menggerakkan Merdeka Belajar dalam empat tahun terakhir semakin menunjukkan pentingnya gotong royong dalam mewujudkan kemerdekaan pada sistem pendidikan Indonesia.

Implementasi Kurikulum Merdeka menjadi salah satu terobosan Kemendikbudristek yang memberi warna pada perjalanan sistem pendidikan.

Nadiem mengatakan bahwa saat ini guru dan siswa di lebih dari 250 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia telah merasakan keleluasaan dalam belajar mengajar. Bahkan, kemerdekaan dalam belajar juga terwujud melalui Merdeka Belajar, yakni keberhasilan pendidikan anak-anak tidak lagi terbatas membaca, menulis, dan berhitung.

Saat ini, keberhasilan belajar seorang anak juga bisa berasal dari kemampuan literasi dan numerasi, keterampilan berkomunikasi, serta pengamalan karakter nilai-nilai Pancasila dalam keseharian.

"Adanya gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan di mana anak-anak mendapatkan kemerdekaan lebih besar untuk mengembangkan kemampuan fondasionalnya," kata dia.

Didukung Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP), Kemendikbudristek mengupayakan semua warga sekolah dapat belajar, berkarya, dan bekerja dengan aman dan nyaman.

Nadiem menegaskan gotong royong semua pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, warga satuan pendidikan, hingga keluarga tetap menjadi kunci dari penghapusan segala bentuk kekerasan pada ekosistem pendidikan.

Pada sisi pendidik, Kemendikbudristek berupaya meningkatkan kualitas dan kesejahteraan, termasuk melalui seleksi guru aparatur sipil negara pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (ASN PPPK) dengan melibatkan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

"Berkat gotong royong ini kita berhasil mencetak rekor dengan merekrut 544 ribu guru ASN PPPK dan jumlah ini akan terus meningkat sampai mencapai target satu juta guru yang diangkat sebagai ASN PPPK," kata dia.

Untuk jenjang pendidikan berbagai Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah berhasil mengubah hidup lebih dari 760 ribu mahasiswa.

"Mari kita lanjutkan semangat gotong royong para pendahulu kita untuk bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar," ujar dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.